Pernikahan Beda Agama Kembali Mendapat Restu Dari Hakim di Indonesia

Harian Reportase - Rabu, 28 September 2022
Pernikahan Beda Agama Kembali Mendapat Restu Dari Hakim di Indonesia
Foto: Ilustrasi.  
Penulis
|
Editor

Jakarta, HARIANREPORTASE.com — Pernikahan Beda Agama Kembali Mendapat Restu Dari Hakim di Indonesia, kali ini hakim pengadilan negeri (PN) Toraja mengizinkan pernikahan beda agama.

Hal ini membuat pernikahan beda agama semakin marak diizinkan oleh hakim pengadilan negeri (PN). Sebelumnya di Surabaya, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur, kini di Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Hal itu sesuai putusan yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Rabu (28/9/2022).

Di Toraja, Pengadilan Negeri (PN) Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengizinkan seorang pria beragama Katolik inisial YD menikah dengan perempuan muslim inisial MA.

Baca Juga:  Pelantikan IPPEMATA, Gubernur Ingatkan 4 Tantangan Generasi Muda

“Memberikan izin kepada para pemohon untuk menikah secara beda agama di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Toraja Utara,” demikian bunyi penetapan hakim tunggal PN Makale, Helka Rerung.

Alasan Helka Rerung mengizinkan pernikahan beda agama itu adalah keduanya telah menikah secara adat Toraja pada 15 Februari 2014. Setelah itu, mereka lama tidak mendaftarkan pernikahan beda agama itu hingga mendaftarkan izin ke PN Makele pada 2022 ini.

Baca Juga:  Sulaiman Bakri Pimpin Forum Kadis Pendidikan Se-Aceh Periode 2022-2024

“Negara Kesatuan Republik Indonesia pada hakikatnya berkewajiban memberikan perlindungan dan pengakuan terhadap penentuan status perkawinan atau status hukum atas setiap peristiwa kependudukan dan peristiwa penting yang dialami oleh setiap penduduk Indonesia,” ujar Helka Rerung.

Helka Rerung merujuk penjelasan panitera MA Nomor 231/PAN/HK.05/1/2019 yang ditujukan kepada Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Dalam Negeri yang pada pokoknya menyatakan:

Perkawinan beda agama tidak akui oleh negara dan tidak dapat dicatatkan. Akan tetapi jika perkawinan tersebut dilaksanakan berdasarkan agama salah satu pasangan dan pasangan yang lain menundukkan diri kepada agama pasangannya maka perkawinan tersebut dapat dicatatkan.

Baca Juga:  Sanusi Madli Ucapkan Dirgahayu Bhayangkara ke-75

Misalnya jika perkawinan dilaksanakan berdasarkan agama Kristen maka dicatatkan di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, begitu pula jika perkawinan dilaksanakan berdasarkan agama Islam maka perkawinan pasangan tersebut dicatatkan di Kantor Urusan Agama.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya sejumlah pengadilan juga membuat penetapan serupa, seperti di PN Jaksel, PN Surabaya, dan PN Pontianak.

Sumber : detiknews

Bagikan:

Tinggalkan Komentar