Award Winners

Abaikan Suara Eks Kombatan dan Aneuk Syuhada, Bang Din Kinara sebut PA Nagan Raya Terancam Bubar

Harian Reportase - Jumat, 31 Juli 2026
Abaikan Suara Eks Kombatan dan Aneuk Syuhada, Bang Din Kinara sebut PA Nagan Raya Terancam Bubar
  Harian Reportase
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Nagan Raya, Harian Reportase –  Penunjukan kembali Samsuar alias Wan Malaya sebagai PJ Ketua DPW Partai Aceh (PA) Nagan Raya oleh DPP Partai Aceh menuai kritik tajam dari internal partai. Keputusan tersebut dinilai mengabaikan aspirasi resmi rapat forum eks Kombatan GAM (KPA) dan Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) Nagan Raya yang secara tegas menolak kepemimpinan tersebut.

Eks Kombatan GAM Libya sekaligus sesepuh perjuangan, Bang Din Kinara, menyayangkan sikap DPP Partai Aceh yang mengabaikan evaluasi dan rekam jejak Wan Malaya. Kepemimpinannya pada periode sebelumnya dinilai telah gagal membawa kemajuan bagi partai di wilayah Nagan Raya.

” _Kita meyakini Partai Aceh di Nagan Raya bakal hancur dan ditinggalkan oleh pemilih yang selama ini loyal di barisan perjuangan. Seluruh Aneuk Syuhada dan eks kombatan tidak akan kembali mendukung Wan Malaya yang pernah gagal memimpin Partai Aceh_ ,” tegas Bang Din Kinara dalam keterangannya, Jumat (31/7/2026).

Baca Juga:  Fatih Bilingual School Sosialisasi Program Beasiswa di Disdik Dayah Banda Aceh

Bang Din menekankan bahwa Partai Aceh sejatinya adalah partai ideologis dengan visi-misi perjuangan yang mulia, bukan wadah untuk mencari penghidupan atau memperkaya diri sendiri. Menurutnya, estafet kepemimpinan seharusnya diserahkan kepada figur yang mampu menjaga marwah perjuangan serta soliditas basis massa.

Ia menilai DPP PA telah melakukan kekeliruan besar. Penolakan resmi dari forum KPA dan JASA sebenarnya telah tertuang dalam Surat Pernyataan Sikap DPW JASA Nagan Raya yang ditujukan langsung kepada Ketua Umum DPA Partai Aceh, Muzakir Manaf (Mualem).

Dalam surat tersebut, KPA dan JASA merinci empat poin krusial yang membuat Wan Malaya dinilai tidak layak kembali memimpin:

1. Kegagalan Elektoral: Di bawah kepemimpinan Wan Malaya sebelumnya, PA di Nagan Raya mengalami kemunduran signifikan. Perolehan kursi di DPRK merosot tajam dari 5 kursi—yang sebelumnya menduduki posisi Ketua DPRK—turun menjadi hanya 3 kursi. Ini dinilai sebagai bukti lemahnya manajemen struktural kepemimpinannya.

Baca Juga:  Safrizal: Aceh Segera Masuki Fase Pascabencana per 1 Agustus, Disampaikan di Hadapan Rektor PTN Se-Aceh

2. Bukan Eks Kombatan: KPA dan JASA menyoroti latar belakang Wan Malaya yang tidak merepresentasikan eks kombatan, padahal Partai Aceh lahir dari rahim perjuangan bersenjata.

3. Ingkar Janji Kantor Permanen: Selama lima tahun memimpin, janji untuk mendirikan kantor partai permanen tidak terwujud. Sekretariat PA masih menempati rumah pribadi Wan Malaya dengan status sewa tahunan menggunakan anggaran partai.

4. Minim Transparansi Anggaran: Kepemimpinan Wan Malaya dinilai tidak transparan dalam pengelolaan dana partai, sehingga memicu krisis kepercayaan dari internal kader.

Sebagai sesepuh perjuangan, Bang Din Kinara memperingatkan DPP PA agar tidak mengambil kebijakan yang justru merugikan masa depan partai. Lebih dari 15 tahun PA eksis sebagai partai pemenang pemilu hingga menguasai kursi eksekutif dan legislatif berkat dukungan solid basis massa loyalis eks kombatan, keluarga GAM, serta Aneuk Syuhada.

Baca Juga:  Sekjen Kementerian ATR/BPN Imbau Jajaran Bekerja Maksimal di Tengah Efisiensi

“Sikap yang mengabaikan aspirasi akar rumput ini memicu ancaman serius. Jika terus dibiarkan, PA Nagan Raya diprediksi akan terpuruk dan hancur pada Pemilu 2031 mendatang. Ini juga mengancam keberlanjutan PA sebagai organisasi penyambung ideologi perjuangan Gerakan Aceh Merdeka,”_ tegasnya.

Mengakhiri keterangannya, Bang Din mengingatkan Mualem beserta jajaran pengurus DPP PA agar mendengarkan suara jamaah di arus bawah.

“Jangan hanya gara-gara penunjukan PJ Ketua DPW PA Nagan Raya yang mengabaikan suara arus bawah, memicu gelombang kekecewaan dari mantan kombatan dan Aneuk Syuhada hingga akhirnya mereka meninggalkan Partai Aceh yang telah susah payah dibesarkan bersama selama ini_ ,” tutup Bang Din Kinara.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar