Award Winners

Perjuangan Tanpa Lelah Riski Maulana: Dari Penjual Timun hingga Jadi Pengusaha Ayam Segar

Harian Reportase - Rabu, 28 Mei 2025
Perjuangan Tanpa Lelah Riski Maulana: Dari Penjual Timun hingga Jadi Pengusaha Ayam Segar
Riski Maulana, mahasiswa Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK), adalah sosok inspiratif yang membuktikan bahwa ketekunan, kerja keras, dan doa dapat mengubah nasib.  
Penulis
|
Bagikan:

Banda Aceh, HARIANREPORTASE.com – Riski Maulana, mahasiswa Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK), adalah sosok inspiratif yang membuktikan bahwa ketekunan, kerja keras, dan doa dapat mengubah nasib.

Berasal dari keluarga petani sederhana di Lamtamot, Aceh Besar, Riski telah mengenal dunia usaha sejak masih duduk di bangku SD—mulai dari menjual hasil kebun keluarga hingga berjualan nasi guri milik tetangga.

Meski sempat tertunda kuliah karena kendala biaya, Riski tetap melangkah mantap dengan doa orang tua dan tekad yang kuat. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, ia merintis usaha ayam guling pertama di Aceh bersama seorang teman.

Ia melakukan riset dan percobaan selama 1,5 tahun, mulai dari mendesain mesin pemutar hingga memilih jenis ayam yang ekonomis namun tetap berkualitas.

Baca Juga:  NUWIL- Nusantara Weekend Islamic Learning

Namun, perjalanannya tidak selalu mulus. Usaha ayam guling tersebut sempat tutup akibat tingginya biaya operasional dan menurunnya jumlah pembeli. Hanya saat bulan Ramadhan usaha itu kembali hidup karena meningkatnya permintaan.

Di masa-masa sulit inilah program Wirausaha Muda USK (WMU USK) hadir sebagai titik balik. Melalui bimbingan mentor dari WMU, Riski mendapat dorongan untuk memulai usaha baru sebagai supplier ayam segar. Kini, usaha tersebut berkembang pesat dan menjadi tulang punggung ekonomi keluarganya.

Selama tujuh tahun, Riski berjuang menyeimbangkan antara studi dan bisnis. Menjelang wisuda pada Agustus 2025, ia tidak hanya berhasil menyelesaikan kuliahnya, tetapi juga membiayai pendidikan tiga adiknya yang mondok di pesantren dari hasil usaha mandirinya.

Baca Juga:  Buka Musrenbang Aceh 2027, Mualem Sebut Pemulihan Pascabencana Butuh Bantuan Besar Pemerintah Pusat

“Saya percaya, kesuksesan bukan tentang seberapa cepat kita mencapainya, tapi tentang seberapa kuat kita bertahan dan terus berjalan, bahkan saat jalan itu paling sulit,” ujar Riski.

Riski juga aktif berkhidmat di Masjid Jamik Al-Wustha, Dusun Rawasakti, Jeulingke, Banda Aceh. Ia menyebut bahwa program WMU USK bukanlah sekadar bantuan, tetapi katalisator perubahan hidup. Atas perjuangannya, Riski dianugerahi penghargaan oleh Rektor USK saat perayaan Milad ke-63 sebagai salah satu mahasiswa paling aktif dalam berwirausaha.

Baca Juga:  Tingkatkan Kualitas Layanan, Kantor Pertanahan Aceh Besar Perpanjang Kontrak Tenaga Outsourcing

“Alhamdulillah, berkat doa orang tua, dukungan teman-teman, dan bimbingan dosen sekaligus ustadz saya, saya terus berusaha memperbaiki diri dan mengembangkan usaha ini,” ucap Riski.

Tak hanya sampai di situ, Riski juga dijadwalkan akan melangsungkan pernikahan dengan gadis impiannya pada tahun 2025 ini.

Ia juga dikenal sebagai penghafal 30 juz Al-Qur’an—membuktikan bahwa ia tak hanya sukses dalam dunia usaha dan pendidikan, tetapi juga dalam kehidupan spiritual.

Sungguh keteladanan luar biasa dari sosok muda seperti Riski Maulana—kuliah tuntas, usaha berjalan lancar, menjadi tulang punggung keluarga, siap menikah, dan teguh dalam agama. Sebuah gambaran pemuda ideal yang patut diteladani di era sekarang.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar