Award Winners

Bahas Masa Depan Pendidikan Aceh dan Program Makan Bergizi Gratis, Mudassir Bertemu Staf Khusus Presiden di Jakarta

Harian Reportase - Kamis, 22 Mei 2025
Bahas Masa Depan Pendidikan Aceh dan Program Makan Bergizi Gratis, Mudassir Bertemu Staf Khusus Presiden di Jakarta
Mudassir dan peserta Kader Bangsa Fellowship Program (KBFP) Angkatan ke-10, foto bersama dengan Staf Khusus Presiden RI, Dirgayuza Setiawan, di Hotel Pomelotel, Jakarta, Senin (19/5/2025).  
Penulis
|
Bagikan:

Jakarta, HARIANREPORTASE.com — Mudassir, pendidik muda asal Banda Aceh yang dikenal aktif mengembangkan pembelajaran berbasis lingkungan dan digital, terpilih sebagai salah satu peserta Kader Bangsa Fellowship Program (KBFP) Angkatan ke-10.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel Pomelotel, Jakarta, Senin (19/5/2025), ia turut berdialog langsung dengan Staf Khusus Presiden RI, Dirgayuza Setiawan, membahas masa depan pendidikan, khususnya di Provinsi Aceh.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 32 peserta terpilih dari seluruh Indonesia, yang berasal dari beragam latar belakang seperti akademisi, politisi muda, dan pegiat komunitas.

Mereka adalah anak-anak muda dengan rekam jejak kepemimpinan dan kontribusi di daerah masing-masing yang siap berkontribusi dalam agenda kebangsaan.

Dalam forum diskusi yang berlangsung hangat dan terbuka, Mudassir menyampaikan sejumlah tantangan yang dihadapi sektor pendidikan di Aceh. Di antaranya adalah kesenjangan akses pendidikan, perlunya peningkatan kompetensi guru, serta pentingnya memperkuat pendidikan berbasis kearifan lokal dan kesadaran lingkungan.

Baca Juga:  Bill Gates: Vaksinasi Anak Indonesia Jadi Contoh Dunia

“Kami di Aceh masih melihat banyak ketimpangan, terutama di daerah-daerah terpencil. Namun kami percaya, dengan kolaborasi pusat dan daerah, pendidikan bisa menjadi kunci perubahan. Apalagi jika program-program nasional benar-benar menyentuh kebutuhan dasar siswa, seperti gizi dan akses belajar yang layak,” ujar Mudassir.

Isu makan bergizi gratis yang merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto juga menjadi pembahasan penting dalam diskusi.

Menanggapi hal ini, Mudassir menilai bahwa program makan bergizi gratis jika diterapkan dengan baik di sekolah-sekolah dasar dan menengah di Aceh, akan sangat berdampak dalam menurunkan angka stunting dan meningkatkan konsentrasi belajar siswa.

“Kami menyambut baik program makan bergizi gratis. Ini akan sangat berarti untuk anak-anak di Aceh, terutama di daerah pesisir dan pegunungan yang masih menghadapi tantangan ekonomi. Namun tentu harus disertai pengawasan dan pelibatan masyarakat sekolah agar pelaksanaannya efektif,” tambah Mudassir.

Baca Juga:  Kantor Pertanahan dan Kemenag Aceh Besar Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf

Dirgayuza Setiawan, selaku Staf Khusus Presiden RI, menyampaikan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka menempatkan pendidikan sebagai pilar utama pembangunan nasional. Salah satu langkah konkret dalam visi tersebut adalah mengimplementasikan program makan bergizi gratis bagi siswa sekolah secara bertahap.

“Pendidikan menjadi fokus utama Presiden Prabowo. Kami ingin memastikan bahwa setiap anak Indonesia bisa belajar dengan perut kenyang dan hati senang. Program makan bergizi gratis bukan hanya soal gizi, tapi soal keadilan sosial. Masukan dari daerah seperti Aceh sangat kami butuhkan untuk memastikan kebijakan ini berjalan sesuai konteks lokal,” tegas Dirgayuza di hadapan peserta KBFP.

Baca Juga:  Penyuluhan PTSL 2026 Digelar di Lam Teungoh, Dorong Peran Aktif Warga Amankan Hak Tanah

KBFP merupakan program pelatihan kepemimpinan nasional yang bertujuan mencetak pemimpin-pemimpin muda dari seluruh Indonesia. Selama empat hari, sejak 19–22 Mei 2025, para peserta akan mendapatkan pelatihan intensif, mentoring dari tokoh nasional, hingga kunjungan ke lembaga strategis negara.

Bagi Mudassir, forum ini adalah wadah strategis untuk menyuarakan kebutuhan nyata dunia pendidikan Aceh ke tingkat nasional. Ia berharap agar pendidikan menjadi instrumen pemerataan dan pemberdayaan di seluruh pelosok Indonesia.

“Saya hadir di sini untuk membawa suara Aceh, suara para guru dan siswa yang masih berjuang di tengah keterbatasan. Semoga program nasional seperti KBFP ini tidak berhenti di wacana, tapi benar-benar menjembatani daerah dengan pusat dalam merancang kebijakan yang tepat guna,” pungkas Mudassir.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar