Langsa,HARIANREPORTASE.com – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa, Prof. Dr. Ismail Fahmi Arrauf Nasution, MA, mendorong Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui pengembangan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), pembukaan Program Magister (S2) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), serta penerapan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Hal itu disampaikan Rektor dalam agenda Silaturahmi dan Arah Pengembangan FTIK yang berlangsung pada Rabu (8/10) di lingkungan kampus IAIN Langsa.
Dalam arahannya, Prof. Ismail Fahmi menekankan pentingnya momen silaturahmi sebagai ruang penguatan semangat dan visi pengembangan fakultas.
“Silaturahmi seperti ini bukan sekadar temu muka, tapi temu makna. Dari sinilah tumbuh semangat, arah, dan kekuatan baru bagi fakultas kita,” ujarnya.
Rektor menyebut FTIK sebagai “jantung” IAIN Langsa karena berperan penting dalam mencetak tenaga pendidik yang moderat, berwawasan luas, dan siap menghadapi tantangan era digital.
Tiga Arah Strategis Pengembangan FTIK
Dalam paparannya, Rektor menyampaikan tiga arah strategis penguatan FTIK ke depan:
-
Pendidikan Jarak Jauh (PJJ)
Prof. Ismail Fahmi menilai, PJJ bukan sekadar tren, tetapi merupakan jawaban atas perubahan zaman.“Kalau dulu ilmu datang kepada murid, kini murid bisa datang kepada ilmu dari mana saja,” jelasnya.
Ia berharap model PJJ di FTIK dapat menjadi contoh pendidikan Islami modern yang menggabungkan efisiensi teknologi dengan kedekatan spiritual antara dosen dan mahasiswa.
-
Pembukaan Program Magister (S2) PGMI
Pembukaan Program Magister PGMI, lanjutnya, adalah kelanjutan logis dari pertumbuhan akademik IAIN Langsa.“Kita sudah melahirkan ribuan sarjana PGMI. Kini saatnya menyediakan ruang bagi mereka untuk tumbuh lebih tinggi. S2 PGMI bukan sekadar jenjang baru, tapi wadah pencetak pemikir dan inovator pendidikan dasar Islam,” tegas Rektor.
-
Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL)
Dalam konteks RPL, Rektor menilai kebijakan ini sebagai bentuk penghargaan terhadap pengalaman dan pengabdian para pendidik.“Tidak semua yang berilmu memiliki ijazah, tapi banyak yang berijazah karena berilmu dari pengalaman panjang. RPL harus menjadi ruang bermartabat untuk mengakui pengalaman dan pengabdian nyata,” ujarnya.
FTIK Sebagai Batang Utama IAIN Langsa
Menutup arahannya, Rektor mengibaratkan FTIK sebagai batang utama dalam pohon besar bernama IAIN Langsa.
“IAIN Langsa ini ibarat pohon besar. FTIK adalah batang utamanya, tempat cabang-cabang lain bertumpu. Kalau batangnya kuat, maka buahnya—alumni dan inovasinya—akan semakin manis,” ungkapnya.
Prof. Ismail Fahmi juga mengajak seluruh sivitas akademika FTIK untuk memperkuat kolaborasi, keikhlasan, dan semangat inovasi.
“FTIK kita bangun bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk masa depan umat dan bangsa. Dengan niat yang lurus, kerja yang tulus, dan kolaborasi yang terus, insyaallah FTIK akan menjadi rumah ilmu dan cahaya bagi generasi guru Indonesia masa depan,” tutupnya.






