Award Winners

Seluruh Mantan GAM dan Aneuk Syuhada Menolak Wan Malaya Plt Ketua PA Nagan

Harian Reportase - Selasa, 4 Agustus 2026
Seluruh Mantan GAM dan Aneuk Syuhada Menolak Wan Malaya Plt Ketua PA Nagan
  Harian Reportase
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Nagan Raya, Harian Reportase – Jajaran Keluarga Besar Komite Peralihan Aceh (KPA) dan Jaringan Aneuk Syuhada (JASA) Wilayah Kabupaten Nagan Raya menggelar pertemuan resmi untuk menolak sikap Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Aceh yang menunjuk Samsuar atau Wan Malaya sebagai Plt Ketua DPW Partai Aceh Nagan Raya.

Pertemuan tersebut berlangsung di Coffe Hendri, Desa Ujong Fatihah, Minggu, 2 Agustus 2026, dihadiri secara lengkap oleh elemen perjuangan. Selain itu, forum ini juga dihadiri organ partai Muskarimah yang diketuai oleh Rita Afnita, tiga pimpinan Daerah KPA, serta 10 Panglima Sagoe dari masing-masing wilayah di Kabupaten Nagan Raya.

Zulkarnaini yang akrab di sapa Panglima Reubong menjelaskan, bahwa sikap resmi KPA dan JASA menolak tegas penunjukan Wan Malaya.

Sebagai juru bicara yang ditunjuk oleh forum ini, Panglima Reubong menegaskan, penolakan ini berdasarkan rekam jejak Wan Malaya yang dinilai gagal dan berpotensi menghancurkan Partai Aceh di Nagan Raya

“Kita meyakini, Partai Aceh di Nagan Raya bakal hancur dan ditinggalkan oleh pemilih yang selama ini loyal di barisan perjuangan. Seluruh Aneuk Syuhada dan eks kombatan tidak akan kembali mendukung Wan Malaya yang pernah gagal memimpin Partai Aceh,” tegas Panglima Reubong.

Hal senada juga disampaikan Ketua Jaringan Aneuk Syuhada (JASA).Said Asil Laut Tawar. Ia menegaskan bahwa Partai Aceh sejatinya adalah partai ideologis dengan visi-misi perjuangan mulia, bukan wadah untuk mencari penghidupan atau memperkaya diri sendiri.

Baca Juga:  Disparitas Memicu Stagnasinya Dakwah

Menurutnya, estafet kepemimpinan seharusnya diserahkan kepada figur yang mampu menjaga marwah perjuangan serta soliditas basis massa.

Said menilai, DPP PA telah melakukan kekeliruan besar dengan mengabaikan aspirasi akar rumput. Ia mengingatkan bahwa lebih dari 15 tahun PA eksis sebagai partai pemenang pemilu berkat dukungan solid basis massa loyalis eks kombatan, keluarga GAM, serta Aneuk Syuhada.

“Sikap yang mengabaikan aspirasi akar rumput ini memicu ancaman serius, jika terus dibiarkan, PA Nagan Raya diprediksi akan terpuruk dan hancur pada Pemilu mendatang. Ini juga mengancam keberlanjutan PA sebagai organisasi penyambung ideologi perjuangan Gerakan Aceh Merdeka,” tegas Ketua JASA.

Sementara itu, Panglima Amren yang kini menjabat sebagai Ketua KPA Sagoe Syech Bagdad wilayah Kuala juga mendesak DPP PA untuk segera mencabut mandat Wan Malaya selaku Plt Ketua PA Nagan.

Ia memberikan peringatan keras jika desakan ini tidak diindahkan.

“Jika DPP tidak mengindahkan, maka kita akan melakukan cara kita sendiri dalam menghentikan Wan Malaya dalam upaya merusak Partai Aceh di Nagan Raya. Kita pastikan segenap jajaran pengurus DPW KPA dan JASA Wilayah Nagan bakal siap mati-matian meng-gerakan kekuatan penuh demi menyelamatkan PA Nagan dari ambang kehancuran,” tegas Panglima Gadong.

Baca Juga:  10 Gubernur Terkaya di Indonesia

Penolakan resmi dari forum KPA dan JASA sebenarnya telah tertuang dalam Surat Pernyataan Sikap DPW JASA Nagan Raya yang ditujukan langsung kepada Ketua Umum DPA Partai Aceh, Muzakir Manaf (Mualem).

Dalam surat tersebut, KPA dan JASA merinci empat poin krusial yang membuat Wan Malaya dinilai tidak layak kembali memimpin:

1. Kegagalan Elektoral: Di bawah

Kepemimpinan Wan Malaya sebelumnya, PA di Nagan Raya mengalami kemunduran signifikan. Perolehan kursi di DPRK merosot tajam dari 5 kursi yang sebelumnya menduduki posisi Ketua DPRK turun menjadi hanya 3 kursi. Ini dinilai sebagai bukti lemahnya manajemen struktural kepemimpinannya.

2. Bukan Eks Kombatan

KPA dan JASA menyoroti latar belakang Wan Malaya yang tidak merepresentasikan eks kombatan, padahal Partai Aceh lahir dari rahim perjuangan bersenjata.

3. Ingkar Janji Kantor Permanen

Selama lima tahun memimpin, janji untuk mendirikan kantor partai permanen tidak terwujud. Sekretariat PA masih menempati rumah pribadi Wan Malaya dengan status sewa tahunan menggunakan anggaran partai.

4. Minim Transparansi Anggaran

Kepemimpinan Wan Malaya dinilai tidak transparan dalam pengelolaan dana partai, sehingga memicu krisis kepercayaan dari internal kader.

Baca Juga:  Polres Aceh Timur Lakukan Pengamanan PUSS di Hari Kedua

Mengakhiri keterangannya, para pengurus KPA dan JASA secara penuh kebijaksanaan meminta Mualem selaku Ketum Partai Aceh beserta jajaran pengurus DPP PA agar mendengarkan suara jamaah di arus bawah.

“Jangan hanya gara-gara Plt Ketua DPW PA Nagan Raya, DPP mengabaikan suara arus bawah, sehingga memicu gelombang kekecewaan dari mantan Kombatan dan Aneuk syuhada yang pada akhirnya mereka meninggalkan Partai Aceh yang telah susah payah dibesarkan,” tutur Panglima Reubong. (*)

Berikut rincian nama dan jabatan para petinggi KPA Nagan Raya yang hadir:

Pimpinan Daerah dan Wilayah

  • Abu Dad (Tuha Peuet Wilayah)
  • Maswardi (Panglima Daerah I)
  • Said Hasyim / Said Acem (Abuti) (Panglima Daerah II)
  •  Sudirman TB (Panglima Daerah III)
  • Ismail (Panglima Daerah IV)

Panglima Sagoe Se-Nagan Raya

  • TGK. Zulkifli (Panglima Sagoe Beutong Ateuh)
  • Ramli (Tu Proyek) (Panglima Sagoe Beutong Bawah)
  • Ambia (Aan) (Panglima Sagoe Kila)
  • Ahmad Yani (Panglima Sagoe Kayee Raya)
    * Bustami Yatim (Panglima Sagoe Kuta Raja)
  • Amren (Panglima Sagoe Syech Baqdad)
  • Mahyuddin (Panglima Sagoe Kuala Raja
  • Khairul (Panglima Sagoe Pinto Kareung)
  • Marzuki (Panglima Sagoe Gajah Puteh)
  • Zulkarnaini (Reubong) (Panglima Sagoe Ujong Raja).
Bagikan:

Tinggalkan Komentar