Award Winners

Tarhib Ramadhan di Masjid Al-Wustha, Tgk. Sri Darmawan Ungkap Empat Golongan Terhalang Lailatul Qadar

Harian Reportase - Senin, 9 Februari 2026
Tarhib Ramadhan di Masjid Al-Wustha, Tgk. Sri Darmawan Ungkap Empat Golongan Terhalang Lailatul Qadar
  Harian Reportase
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Banda Aceh, Harain Reportase – Penceramah Tgk. H. Sri Darmawan mengingatkan jamaah agar menjauhi empat perilaku yang dapat menghalangi seseorang memperoleh kemuliaan Lailatul Qadar di bulan suci Ramadhan. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Tarhib Ramadhan yang berlangsung usai salat Magrib, Rabu (8/2), di Masjid Al-Wustha, Dusun Rawa Sakti, Gampong Jeulingke, Banda Aceh.

Dalam tausiahnya, Sri Darmawan menegaskan bahwa Allah SWT membuka pintu rahmat dan ampunan seluas-luasnya pada malam Lailatul Qadar. Namun, terdapat empat golongan yang terancam terhalang dari keutamaan tersebut. “Pertama, orang yang mabuk atau meminum khamar. Kedua, anak yang durhaka kepada orang tua. Ketiga, mereka yang bertengkar sesama muslim. Keempat, orang yang memutus tali silaturahmi,” ujar Tgk. Sri Darmawan di hadapan jamaah.

Baca Juga:  Pelaku Pembunuhan Nek Ramlah di Aceh Timur Dibekuk Tim Gabungan Polres Aceh Timur dan Polsek Idi Tunong

Ia juga mengutip pandangan Imam Nawawi mengenai tiga martabat yang diraih oleh orang-orang yang berpuasa, yakni martabat takwa, martabat rida, dan martabat syukur. Menurutnya, Ramadhan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual, tetapi juga sebagai momentum pembentukan karakter spiritual dan sosial umat. “Ramadhan adalah bulan maghfirah, bulan ampunan. Ini saat terbaik untuk membersihkan diri, memperbaiki relasi dengan sesama, serta memperkuat kedekatan dengan Allah Swt. Jangan sampai kesempatan besar ini terlewatkan begitu saja,” tegasnya.

Baca Juga:  Yuli Hastuti Disebut Sebagai Bupati Termiskin di Indonesia, Segini Harta Kekayaannya

Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al-Wustha, Prof. Dr. Ir. Rahmat Fadhil, S.TP., M.Sc., menyampaikan apresiasi atas antusiasme jamaah dalam kegiatan Tarhib Ramadan tersebut. Ia menilai kegiatan ini penting sebagai penguatan kesiapan spiritual masyarakat dalam menyambut Ramadhan. “Kami berharap kegiatan Tarhib Ramadhan ini menjadi pengingat kolektif bagi jamaah untuk memasuki Ramadhan dengan kesiapan iman, ilmu, dan akhlak. Masjid Al-Wustha berkomitmen menjadi pusat pembinaan umat, tidak hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga penguatan nilai-nilai sosial dan kebersamaan,” ujar Rahmat Fadhil.

Sementara itu, Keuchik Jeulingke, H. Zulhan Hanafiah, S.Kom., menyatakan dukungannya terhadap program-program keagamaan yang digelar oleh pengurus masjid. Menurutnya, kegiatan semacam ini sejalan dengan upaya gampong dalam memperkuat kehidupan religius dan harmoni sosial masyarakat.
“Pemerintah gampong sangat mendukung kegiatan keagamaan seperti Tarhib Ramadhan ini. Selain memperkuat keimanan warga, kegiatan di masjid juga mempererat ukhuwah dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat Jeulingke,” tutur Zulhan Hanafiah.

Baca Juga:  Warga Indra Makmu, Aceh Timur Jadi Korban Perampokan

Kegiatan Tarhib Ramadhan di Masjid Al-Wustha ditutup dengan santap bersama kuah kari bebek yang disediakan oleh panitia masjid. Jamaah tampak menikmati kebersamaan tersebut usai melaksanakan salat Isya berjamaah, mencerminkan semangat ukhuwah dan kekeluargaan dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.


 

Bagikan:

Tinggalkan Komentar