Banda Aceh, HARIANREPORTASE.com – Pembangunan jalan tol pertama di Aceh, Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh), segera rampung sepenuhnya pada tahun 2025.
Proyek tol sepanjang 74,2 kilometer ini menjadi bagian penting dari jaringan Tol Trans Sumatera dan diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan, saat ini proses pembangunan jalan tol tersebut telah mencapai progres fisik sebesar 96,67 persen. Hanya tinggal menyelesaikan dua bagian terakhir, yaitu Seksi Padang Tidji–Seulimeum dan Seksi Kuto Baro–Simpang Baitussalam.
“Kami targetkan seluruh ruas Tol Sibanceh tersambung penuh pada 2025. Kehadiran tol ini akan memangkas waktu tempuh, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta membuka akses ke pusat-pusat ekonomi baru,” ujar Dody dalam keterangan resminya, Selasa (24/6/2025).
Enam Seksi, Hampir Seluruhnya Sudah Beroperasi
Tol Sibanceh dibagi menjadi enam seksi. Berikut progres dan statusnya:
Seksi 1 Padang Tidji–Seulimeum (24,67 km)
Progres fisik: 99,46%
Masih menyelesaikan gerbang tol, overpass, dan box culvert
Seksi 2 Seulimeum–Jantho (6,26 km)
Sudah beroperasi sejak 8 Maret 2022
Seksi 3 Jantho–Indrapuri (16,37 km)
Beroperasi sejak 26 Februari 2021
Seksi 4 Indrapuri–Blang Bintang (14,60 km)
Beroperasi sejak 1 Juli 2020
Seksi 5 Blang Bintang–Kuto Baro (7,3 km)
Sudah beroperasi
Seksi 6 Kuto Baro–Simpang Baitussalam (5 km)
Jalan utama sudah 100% selesai dan beroperasi
Simpang susun Kutabaro masih dalam tahap akhir pembangunan (87%)
Harapan untuk Aceh
Tol Sigli–Banda Aceh diharapkan menjadi penggerak ekonomi kawasan. Selain memperlancar arus barang dan orang, tol ini juga membuka akses ke pusat-pusat produksi dan distribusi di Aceh.
Proyek ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dan menjadi tulang punggung pembangunan infrastruktur di Sumatera bagian utara.