Award Winners

25 Titik Panas Terpantau di Aceh, BMKG Imbau Waspada Cuaca Panas dan Potensi Kebakaran

Harian Reportase - Senin, 2 Juni 2025
25 Titik Panas Terpantau di Aceh, BMKG Imbau Waspada Cuaca Panas dan Potensi Kebakaran
Foto Ilustrasi  
Penulis
|
Bagikan:

Banda Aceh, HARIANREPORTASE.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) melaporkan adanya 25 titik panas (hotspot) yang terpantau di wilayah Aceh pada Sabtu, 31 Mei 2025.

Titik panas di wilayah Aceh tersebut terdeteksi melalui citra satelit MODIS (Terra, Aqua, Suomi NPP) serta NOAA20/VIIRS.

Menurut informasi yang disampaikan Prakirawan BMKG SIM, Dedi, mewakili Kepala BMKG SIM Nasrol Adil, titik panas tersebut tersebar di beberapa wilayah, diantaranya Aceh Besar terdapat 2 titik (Kecamatan Pulo Aceh), kemudian Aceh Jaya 4 titik (Kecamatan Jaya, Panga, Sampoiniet, dan Teunom), Aceh Selatan 2 titik (Kecamatan Bakongan Timur dan Trumon Timur).

Baca Juga:  Evaluasi Semester II, Sekjen ATR/BPN Targetkan Capaian Kinerja 98% untuk Tahun 2026

Kemudian di Aceh Singkil terdapat 2 titik (Kecamatan Simpang Kanan dan Suro Baru), Aceh Tamiang 1 titik (Kecamatan Kejuruan), Aceh Timur 2 titik (Kecamatan Banda Alam dan Peureulak) dan Subulussalam terdapat 11 titik (Kecamatan Sultan Daulat dan Rundeng).

Cuaca Panas Masih Berlanjut

BMKG juga memperingatkan bahwa suhu panas yang sedang berlangsung di Banda Aceh dan sekitarnya diperkirakan masih akan berlanjut selama beberapa hari ke depan. Pantauan radar dan satelit menunjukkan minimnya pertumbuhan awan konvektif pada pagi hingga siang hari, sehingga sinar matahari terasa lebih terik.

Baca Juga:  Sidang Perdana Sengketa Pilkada Mulai Digelar pada 8 Januari 2025

“Cuaca panas ini berpotensi terus terjadi di wilayah Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Utara, hingga wilayah timur Aceh,” jelas Dedi, dikutip serambinews, Senin (2/6/2025).

Imbauan untuk Masyarakat

BMKG mengimbau masyarakat agar menjaga kesehatan dan mencegah risiko akibat cuaca panas dengan cara menggunakan pelindung seperti jaket dan kacamata anti-UV, kemudian mengonsumsi cukup air mineral untuk mencegah dehidrasi serta menjaga kondisi fisik tetap bugar.

Baca Juga:  Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi Guru Madrasah 2025: Mewujudkan Transformasi Pembelajaran Inklusif Berbasis Cinta

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta menghindari pembakaran sampah dan tidak membuang puntung rokok sembarangan, karena kondisi cuaca panas ini dapat meningkatkan risiko kebakaran lahan dan hutan.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar