Banda Aceh, HARIANREPORTASE.com — Perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-21 Aceh-Sumut, yang akan digelar pada September 2024 yang akan datang, tidak lama lagi, sekitar 3 atau 4 bulan lagi.
Sementara itu gema ataupun gaung PON sama sekali tidak digubris serta tidak menjadi pembicaraan dan diskusi publik/masyarakat Aceh secara meluas.
Hanya saja berbagai media iklan spanduk, billboard, banner dan stiker mobil pada bahgian belakang, yaitu mobil kenderaan dinas para pejabat saja wira-wiri dan hilir-mudik di jalan raya. Itupun hanya dilirik sekilas oleh masyarakat atau rakyat Aceh dengan berbagai maskot dan tema, “bersatu kita juara”, “bersama kita juara” tidak tahu juara apa.
Pengamat Ekonomi dan Politik Aceh, Dr. Taufiq A Rahim mengatakan, PON yang sesungguhnya menjadi ajang perhelatan olahraga nasional, hanya diikuti oleh atlit, peserta pertandingan olahraga dari daerah seluruh Indonesia, semestinya dimanfaatkan oleh Aceh dan Para Pejabat Aceh dari anggaran belanja publik yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN).
Namun demikian, lanjut Taufiq, saat ini Pj. Gubernur Aceh bersusah payah, bertungkus-lumus berupaya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA), Dinas, SKPA dan lainnya dari dana daerah.
“Konon pada kondisi waktu yang sudah semakin dekat, inipun dilakukan dengan rehabilitasi Stadion Di Murtala (Lampineung), Gedung Olahraga (GOR) KONI-Aceh, sementara itu venue olahraga dan tempat pertandingan lainnya tidak diketahui oleh masyarakat Aceh.” kata Taufiq melalui keterangan tertulis kepada Harianreportase.com, Senin (10/6/2024).
Sehingga informasi tentang PON dan olahraga yang akan dipertandingkan “bak misteri”, seolah-olah dapat disulap menggunakan kekuatan tertentu bahwa, venue dan olahraganya akan jadi secara “binsalabin”.
“Sementara Sumut sebagai mitra pelaksana telah siap stadion baru, asrama, venue tempat pertandingan lainnya, jauh hari dipersiapkan dengan perencanaan dan hitungan tahun, menggunakan anggaran belanja strategis APBN, APBD dan lain sebagainya, sehingga jauh lebih siap. Para pejabat Aceh kenarin-kemarin dan sebelumnya kemana?” terang Akademi Unmuha Aceh ini
Dengan demikian, siapa yang diuntungkan dengan PON 21 Aceh-Sumut?
Apakah pengerjaan berbagai fasilitas dan venue pertandingan olahraga ada jaminan kualitas?
Saat ini Pj. Gubernur seolah-olah dapat menentukan segalanya, baik kesuksesan, keberhasilan, kemenangan, keuntungan dari pelaksanaan PON 21 Aceh, ini dengan tidak menggunakan tahapan perencanaan yang baik, terburu-buru, tidak mampu menarik minat dan hati rakyat Aceh secara langsung, sehingga rakyat acuh-tak acuh, karena keuntungan bukan pada rakyat keseluruhannya.
“Maka selamat berjuang para pejabat dan elite Aceh, termasuk elite olahraga Aceh. Saat ini rakyat juga sedang berjuang mengatasi kehidupan dan nasibnya yang tidak menjadi perhatian penting para elite politik, petinggi, pejabat serta Pj. Gubernur Aceh yang semakin hebat dan gagah, juga semakin menguntungkan.” ujarnya
“Jangan salahkan rakyat jika tidak ambil pusing dengan PON 21, karena rakyat sedang pusing memikirkan dan mempertahankan kehidupannya yang bermartabat dan atau bertamadun sebagai bangsa Aceh,” demikian keterangan Dr. Taufik A Rahim