Award Winners

PM Malaysia Ngamuk, Postingannya Dihapus Facebook

Harian Reportase - Kamis, 1 Agustus 2024
PM Malaysia Ngamuk, Postingannya Dihapus Facebook
Dato’ Dr. Anwar Ibrahim  
Penulis
|
Bagikan:

Malaysia, HARIANREPORTASE.com — Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim mengamuk dan marah saat mengetahui postingannya terkait pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh diduga dihapus Facebook.

Melalui akun Facebooknya, Anwar Ibrahim menuliskan, meta sudah bertindak biadab dan menghina perjuangan rakyat palestina.

“Meta sekali lagi bertindak biadab dan telah menghina perjuangan rakyat Palestin apabila menurunkan hantaran video serta ucapan takziah dan kritikan terhadap pembunuhan Almarhum Ismail Haniyeh.” tulis Anwar, Kamis (1/8/2024).

Baca Juga:  3 Dayah Nominator Sidara Award 2021

“Tidak masuk akal apabila hantaran menghormati seorang pejuang yang berusaha memerdekakan tanah airnya daripada kezaliman dan penderitaan dianggap berbahaya.” lanjutnya

Anwar pun mengeluarkan peringatan tegas terhadap Meta.

“Peringatan tegas saya terhadap meta, usah jadi bacul dan perkakas rejim zalim Zionis Israel.” tulisnya

Untuk diketahui, video PM Malaysia yang  dihapus Facebook diantaranya, Video yang diposting pada 31 Juli 2024, dengan judul saya mengutuk sekeras kerasnya pembunuhan Ketua Biro Politik Hamas saudara Ismail Haniyeh.

Baca Juga:  Pungli Rumah Dhuafa Harus Diusut Tuntas

Malaysia, negara mayoritas Muslim, mendukung penuh perjuangan Palestina. Anwar telah mengunggah rekaman video percakapan teleponnya dengan seorang pejabat Hamas untuk menyampaikan belasungkawa atas kematian Haniyeh, namun unggahan itu kemudian dihapus facebook.

Sebelumnya, Malaysia telah mengeluhkan kepada Meta tentang penghapusan konten, termasuk liputan media lokal tentang pertemuan terakhir Anwar dengan Haniyeh, yang kemudian dipulihkan.

Meta sebelumnya menyatakan bahwa mereka tidak secara sengaja menekan suara-suara di platform Facebook dan tidak membatasi konten yang mendukung Palestina. Meta telah menetapkan Hamas sebagai “organisasi berbahaya” dan melarang konten yang memuji kelompok tersebut.

Baca Juga:  Urgensi Tawadhu’ Dalam Dakwah

Mereka juga menggunakan kombinasi deteksi otomatis dan tinjauan manusia untuk menghapus atau memberi label pada konten visual yang grafik.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar