Banda Aceh, Harian Reportase – Co Founder ESAS (Empu Sendok Art Science) bersama Himpunan Alumni IPB Aceh menggagas transformasi Hutan Kota Tibang, Banda Aceh, menjadi kawasan kebun raya kota. Gagasan ini disampaikan dalam kegiatan Penanaman Pohon APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) Wilayah I.
Kegiatan Penanaman Pohon APEKSI ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan visi tersebut, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam pembangunan lingkungan perkotaan yang berkelanjutan.
Inisiatif tersebut bertujuan memperkuat ketahanan lingkungan perkotaan sekaligus meningkatkan fungsi edukasi, konservasi, dan sosial ruang terbuka hijau. Kegiatan penanaman pohon yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan rencana jangka panjang pengembangan kawasan.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyambut baik gagasan tersebut. Ia menyatakan komitmen pemerintah kota untuk mendukung pengembangan Hutan Kota Tibang menjadi kebun raya melalui kolaborasi lintas sektor, serta menjadikannya sebagai contoh pengembangan kawasan serupa di wilayah pesisir.
Co-Founder ESAS, Felia Salim, menjelaskan bahwa pendekatan art-science yang diusung bertujuan membangun kesadaran ekologis masyarakat melalui pengalaman ruang yang edukatif dan inspiratif. Ia juga mengungkapkan keterlibatannya dalam inisiasi pembangunan Hutan Kota Tibang pada 2010–2016 saat menjabat sebagai Wakil Direktur BNI.
Menurutnya, pengembangan kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru kota dan ruang rekreasi, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran (learning hub) bertema lingkungan sehat, pangan sehat, dan bumi sehat. Inisiatif ini sekaligus menjadi respons terhadap dampak perubahan iklim yang mulai dirasakan di Aceh, termasuk banjir besar yang terjadi beberapa bulan lalu.
Sementara itu, Himpunan Alumni IPB menekankan pentingnya pendekatan ilmiah dalam perencanaan kebun raya, mulai dari konservasi biodiversitas hingga penelitian dan pengembangan tanaman khas Aceh. Perwakilan Pengurus DPD HA IPB Aceh, Ir. M. Nasir, S.Hut., M.Si., dan Yusrida Arnita, M.Si., menyatakan bahwa program ini diharapkan menjadi model pengelolaan hutan kota tematik yang memiliki fungsi ekologis, pusat riset, edukasi dan rekreasi berbasis alam.
Sebagai tindak lanjut, perencanaan detail pengembangan kebun raya akan dirumuskan lebih lanjut dengan melibatkan para pihak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan arah pengembangan yang terstruktur dan berbasis kajian ilmiah serta mendapatkan dukungan.
Hutan Kota Tibang dinilai memiliki potensi ekologis dan spasial yang strategis untuk dikembangkan menjadi kebun raya kota, seiring kebutuhan masyarakat terhadap ruang terbuka hijau yang berkualitas.
Tentu kita sangat mengapresiasi ide bagus ini. Banyak hal yang dapat dijadikan dengan hadirnya kebun raya di Banda Aceh ini. Diantaranya adlaah sebagai wadah edukasi fungsi ekologis, pusat riset, edukasi dan rekreasi berbasis alam. Semoga segera terwujud