Banda Aceh, HARIANREPORTASE.com — Program Studi Doktor Ilmu Pertanian Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (USK) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas akademik dan daya saing global mahasiswa.
Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Peningkatan Keterampilan Akademik Global bertema Penulisan Proposal Hibah Internasional dan Networking Akademik yang berlangsung pada 30 April 2025 di Ruang Mini Teater Sekolah Pascasarjana USK, Banda Aceh.
Mengusung tagline Belajar – Berkoneksi – Berprestasi, kegiatan ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa pascasarjana. Workshop tersebut menjadi wadah strategis untuk memperkuat kapasitas akademik sekaligus membuka peluang kolaborasi riset internasional di bidang pertanian.
Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana USK, Dr. M. Ikhsan Sulaiman, menegaskan pentingnya kegiatan ini dalam menjawab tantangan global di dunia akademik.
Menurutnya, pemahaman terhadap peluang hibah internasional dan kemampuan menulis proposal yang kompetitif menjadi kunci utama dalam memenangkan persaingan riset global.
“Melalui workshop ini, kami berharap sivitas akademika memperoleh wawasan terbaru mengenai sumber pendanaan internasional serta termotivasi untuk membangun jejaring riset lintas negara,” ujarnya.
Workshop ini menghadirkan pakar restorasi mangrove dari Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. Mohammad Basyuni, S.Hut., M.Si., Ph.D., sebagai narasumber utama.
Dalam paparannya, ia membagikan pengalaman dan strategi dalam memperoleh hibah internasional, membangun jejaring akademik global, serta mengembangkan riset kolaboratif yang berkelanjutan.
Ia juga mengungkapkan pentingnya konsistensi dalam publikasi ilmiah bereputasi serta kemampuan membangun kolaborasi yang solid dengan mitra internasional. Pengalaman panjangnya dalam meraih berbagai hibah dan penghargaan internasional menjadi inspirasi bagi peserta workshop.
Ketua Program Studi Doktor Ilmu Pertanian USK, Prof. Dr. Ir. Rina Sriwati, M.Si., yang turut memoderatori kegiatan ini, menekankan bahwa publikasi ilmiah internasional terindeks Scopus merupakan salah satu syarat utama kelulusan program doktor. Oleh sebab itu, kegiatan ini dinilai sangat relevan dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah mahasiswa.
“Workshop ini tidak hanya memperkuat kemampuan teknis dalam penulisan proposal, tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset global yang lebih luas,” katanya.
Selain berdampak pada peningkatan mutu pendidikan tinggi, kegiatan ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam aspek pendidikan berkualitas dan kemitraan global.
Melalui kegiatan ini, Program Doktor Ilmu Pertanian USK berharap dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu berkontribusi dalam kancah riset internasional serta menjawab berbagai tantangan global di sektor pertanian.