Award Winners

Digitalisasi Jadi Strategi Baru UMKM Banda Aceh Perluas Pasar

Harian Reportase - Senin, 14 September 2026
Digitalisasi Jadi Strategi Baru UMKM Banda Aceh Perluas Pasar
  Harian Reportase
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Banda Aceh, Harian Reportase – Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Banda Aceh terus didorong untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital guna memperluas pasar dan meningkatkan daya saing usaha.

Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Digitalisasi dan Pemasaran Online bagi UMKM yang berlangsung selama tiga hari, 10–12 September 2026, di Hotel Al Hanafi, Banda Aceh.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital, terutama untuk memperkenalkan produk, membangun merek dan menjangkau konsumen yang lebih luas.

Ketua Badan Legislasi DPRK Banda Aceh sekaligus Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRK Banda Aceh, Ramza Harli, S.E., turut hadir dan memberikan perhatian terhadap pentingnya peningkatan kapasitas digital bagi pelaku usaha.

Baca Juga:  Mengenal Desa Nunuk Baru di Majalengka, Reforma Agraria Jadi Akhir Perjuangan Menjaga Warisan Leluhur

Ramza mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah pola masyarakat dalam mencari informasi, berkomunikasi hingga melakukan transaksi. Karena itu, UMKM tidak lagi cukup mengandalkan pemasaran secara konvensional.

Menurutnya, pelaku usaha harus mampu memanfaatkan media sosial, marketplace dan berbagai platform digital untuk memperkenalkan serta memasarkan produk secara lebih luas.

“Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami konsep pemasaran digital, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung dalam kegiatan usaha,” ujar Ramza.
Produk Lokal Berpeluang Menjangkau Pasar Lebih Luas

Pemanfaatan teknologi digital memberikan peluang bagi produk UMKM lokal untuk keluar dari keterbatasan pasar di wilayah sekitar.
Dengan strategi pemasaran yang tepat, produk yang sebelumnya hanya dikenal konsumen lokal dapat diperkenalkan kepada masyarakat di berbagai daerah dan memiliki peluang memasuki pasar nasional.

Baca Juga:  Wamen Ossy Tutup Rakor Pencegahan dan Penyelesaian Tindak Pidana Pertanahan, Apresiasi Kesungguhan Satgas Berantas Mafia Tanah

Karena itu, kemampuan mengelola media sosial, marketplace, membuat konten promosi serta membangun identitas merek menjadi bagian penting yang perlu dikuasai pelaku UMKM.

Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga mendapatkan pembelajaran praktis mengenai pembuatan konten promosi, pemanfaatan media digital, branding dan strategi memperluas jangkauan pemasaran.
Peserta juga dilibatkan melalui diskusi, tanya jawab dan praktik langsung bersama narasumber. Pola tersebut diharapkan membuat pengetahuan yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam menjalankan usaha.

Selain peningkatan kemampuan digital, kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk membangun jaringan, bertukar pengalaman dan membuka peluang kerja sama antarpelaku usaha.
UMKM Dituntut Adaptif

Baca Juga:  Pentingya Kemampuan Memanfaatkan Waktu

Ramza menilai kemampuan menggunakan teknologi digital kini telah menjadi kebutuhan bagi UMKM yang ingin bertahan dan berkembang di tengah perubahan ekonomi.
Ia berharap pelatihan tersebut memberikan dampak nyata terhadap perkembangan UMKM Banda Aceh, sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha yang lebih mandiri, kreatif, inovatif dan kompetitif.

“Penguasaan teknologi digital bukan lagi sekadar keunggulan tambahan, tetapi sudah menjadi kebutuhan bagi UMKM yang ingin berkembang,” katanya.

Ia juga mengajak semakin banyak pelaku UMKM di Banda Aceh untuk berani mengikuti perkembangan teknologi dan memanfaatkan peluang ekonomi digital.

Transformasi digital pada akhirnya diharapkan mampu membantu UMKM memperluas pasar, meningkatkan daya saing, mengembangkan usaha dan naik kelas di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar