Award Winners

Pemberdayaan Remaja Putus Sekolah Melalui Inovasi PaperCraft Dalam Pemanfaatan Limbah Kertas Berbasis Ekonomi Kreatif

Harian Reportase - Jumat, 29 Juli 2022
Pemberdayaan Remaja Putus Sekolah Melalui Inovasi PaperCraft Dalam Pemanfaatan Limbah Kertas Berbasis Ekonomi Kreatif
TIM Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Samudra (Unsam) Langsa, Fitra muliani, S.Pd, M.PMat, Rahmi Muetia, S.E, M.S.M dan Nurviana S.Pd, M.PMat melakukan pengabdian dengan membina remaja putus sekolah dalam pemanfaatan limbah kertas yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi berbagai bentuk inovasi kerajinan tangan.  
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Langsa, HARIANREPORTASE.COM — TIM Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Samudra (Unsam) Langsa, Fitra muliani, S.Pd, M.PMat, Rahmi Muetia, S.E, M.S.M dan Nurviana S.Pd, M.PMat melakukan pengabdian dengan membina remaja putus sekolah dalam pemanfaatan limbah kertas yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi berbagai bentuk inovasi kerajinan tangan.

“Limbah kertas dapat ditemui dengan mudah, sehingga dalam pengadaan bahan baku akan mudah dan membuat remaja akan lebih bersemangat dalam usaha inovasi papercraft,” kata Koordinator TIM PKM Unsam, Fitra muliani, S.Pd, M.PMat, melalui keterangan tertulis kepada harianreportase.com, Jum’at (29/7/2022).

Kegiatan yang bertujuan untuk membangun jiwa entrepreneur yang kreatif dan inovatif melalui pemanfaatan limbah kertas menjadi berbagai bentuk inovasi kerajinan tangan menjadi suatu produk home decor bernilai jual ini dilaksanakan di Balai Dusun Bukit Paya Bujok Seuleumak, Langsa Baro, Kota Langsa, Aceh.

Pelatihan Inovasi Papercraft Menjadi Produk Kreatif

Gambar : Pelatihan Inovasi Papercraft Menjadi Produk Kreatif

Fitra menerangkan, perkembangan suatu masyarakat akan dipengaruhi oleh Pendidikan dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mandiri, terampil serta memiliki kompetensi dalam menghadapi tantangan global sesuai perkembangan zaman.

Baca Juga:  Komisi II DPR RI Apresiasi Digitalisasi Pengaduan Pertanahan Kementerian ATR/BPN: Cara Merespons Masyarakat dengan Cepat

Untuk memperkuat hal tersebut, pemerintah Aceh memiliki komitmen terhadap pentingnya pembangunan sektor pendidikan untuk membangun Aceh pada masa kini dan masa depan.

Komitmen ini telah tertuang dalam Visi dan Misi Pemerintah Aceh dan dilaksanakan melalui Program Unggulan “Aceh Carong”.

Program unggulan ini bertujuan menjadikan anak-anak Aceh yang cerdas, kreatif, inovatif, pekerja keras, berdaya saing tinggi, berkarakter, dan mampu bersaing, sehingga mereka siap menghadapi dunia kerja.

Namun Fakta yang terjadi di lapangan, lanjut fitra, masih banyak didapatkan remaja putus sekolah dengan berbagai faktor yang mempengaruhinya, salah satunya adalah faktor Pendidikan orang tua dan ekonomi.

Sementara itu, dampak dari anak yang tidak melanjutkan pendidikan akan ada kenakalan remaja yang disebabkan oleh salah bergaul, kemudian meningkatnya angka pengangguran, serta pemikiran yang tidak dewasa sehingga mengakibatkan pada kualitas SDM yang rendah.

Baca Juga:  Polres Aceh Timur Gelar Buka Bersama Dengan TNI, Para Tokoh dan Ketua Organisasi Wartawan

Saat ini, remaja putus sekolah telah dihadapkan pada era globalisasi yang sangat canggih dan terus berkembang.

“Jika SDM yang ada tidak siap, maka nantinya hanya akan menjadi penonton, mereka tentu tidak dapat survive dan tidak bisa ikut bersaing dalam mendapatkan tempat pekerjaan yang memang dituntut untuk memiliki keterampilan atau skill didalamnya,” ujar Fitra

“Semakin meningkatnya keterampilan atau keahlian akan semakin mudah mendapatkan kesempatan untuk bekerja,” lanjut Fitra

Karena itu, tim PKM Universitas Samudra yang beranggotakan Fitra muliani, S.Pd, M.PMat, Rahmi Muetia, S.E, M.S.M dan Nurviana S.Pd, M.PMat melakukan beberapa pendekatan untuk dapat mengubah cara berfikir dan melakukan terobosan atau inovasi dalam membangun jiwa entrepreneur yang kreatif dan inovatif.

“Remaja atau masyarakat dapat secara mandiri berkreasi serta berwirausaha dengan memanfaatkan bahan yang murah dan mudah ditemui, seperti limbah (sampah) kertas yang telah selesai digunakan dan tidak bisa dipakai lagi namun dapat diolah kembali dan bernilai ekonomis,” ucap Fitra

Baca Juga:  PMB PTKIN Dibuka Serentak, Berikut Informasinya

Langsa Baro yang merupakan Kecamatan tempat PKM ini dilaksanakan adalah salah satu kecamatan di Kota Langsa, Aceh dengan laju pertumbuhan penduduk selalu mengalami peningkatan disetiap tahunnya. Tingginya laju pertumbuhan penduduk menggambarkan kuatnya tekanan terhadap kesejahteraan rumah tangga, yang pada akhirnya akan membebani tingkat perekonomian.

Selain itu permasalahan lainnya adalah terkait remaja putus sekolah, kasus ini mengalami peningkatan dari tahun 2020 sampai dengan tahun 2021 yaitu masing – masing 19,4 % dan 20,13 %.

“Karena itu, Kami mencoba memberikan kontribusi dan pengaruh terhadap permasalahan yang ada, dengan  melakukan pendampingan dan pembinaan yang tergabung dalam kelompok pengabdian masyarakat (KPM) dan pihak- pihak terkait untuk bekerjasama dalam memberikan pendampingan berupa pelatihan-pelatihan keterampilan yang dapat dijadikan bekal bagi remaja untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja melalui kemandirian dalam berwirausaha,” tutup Fitra

Bagikan:

Tinggalkan Komentar