Award Winners

Graha Bintang Universitas Malahayati: Saksi Sejarah Emas PWDPI di Tanah Sang Bumi Ruwa Jurai

Harian Reportase - Selasa, 12 Agustus 2025
Graha Bintang Universitas Malahayati: Saksi Sejarah Emas PWDPI di Tanah Sang Bumi Ruwa Jurai
Universitas Malahayati Lampung  
Penulis
|
Bagikan:

Tanggal 21–22 September 2025 akan menjadi momen bersejarah, ketika Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati Lampung berdiri megah sebagai saksi dari sebuah peristiwa nasional yang tak akan dilupakan oleh Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI).


Lampung, HARIANREPORTASE.com – Ada sesuatu yang berbeda di langit Lampung pada bulan September mendatang. Bukan hanya tentang angin yang membawa harum kemerdekaan, tapi juga semangat perubahan dari para penjaga nurani bangsa: wartawan.

Tanggal 21–22 September 2025 akan menjadi momen bersejarah, ketika Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati Lampung berdiri megah sebagai saksi dari sebuah peristiwa nasional yang tak akan dilupakan oleh Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI).

Di sinilah, sejarah akan ditulis bukan dengan tinta biasa, tetapi dengan dedikasi, semangat, dan komitmen dari ratusan insan pers dari seluruh penjuru negeri.

Momentum Emas di Usia Ketiga

Usia boleh muda, tapi langkahnya telah meninggalkan jejak kuat. Di ulang tahun ke-3-nya, PWDPI tidak hanya merayakan perjalanan, tetapi juga menegaskan peran sebagai motor penggerak perubahan dalam dunia jurnalistik Indonesia.

Baca Juga:  KOPLO Community Hadirkan Working Abroad Series, Kupas Jalan Menuju Karier Global dari MIT hingga Amazon

Melalui Apel Akbar, Rapat Kerja Nasional (Rakernas), PWDPI Award, hingga Seminar Nasional, organisasi ini menunjukkan taring dan sayapnya sekaligus: kuat di dalam, terbuka ke luar.

Dengan kehadiran perwakilan dari 30 provinsi, agenda ini menjadi lebih dari sekadar pertemuan rutin, ia adalah konsolidasi akbar, ajang tukar gagasan, dan perumusan strategi besar-besaran untuk masa depan pers yang lebih sehat dan bermartabat.

Sebuah Gedung, Seribu Cerita

Gedung Graha Bintang tidak dipilih sembarangan. Bangunan ikonik di lingkungan Universitas Malahayati Lampung ini bukan hanya megah secara fisik, tapi juga representatif sebagai pusat pemikiran, dialog, dan pertumbuhan intelektual. Fasilitas lengkap dan atmosfer akademik menjadikannya tempat ideal untuk menyatukan visi insan pers dari berbagai latar belakang.

Baca Juga:  Perjanjian Pelarangan Senjata Nuklir dalam pandangan Islam

“Lampung akan menjadi saksi lahirnya berbagai keputusan penting yang akan membawa PWDPI semakin solid dan berdaya guna bagi masyarakat,” ujar Ketua Umum PWDPI dalam pernyataan resminya.

PWDPI Award: Menghargai yang Berkarya

Puncak acara tak hanya akan menyulut semangat, tetapi juga menghangatkan hati. PWDPI Award akan menjadi panggung apresiasi penghargaan yang diberikan kepada para tokoh, insan pers, dan mitra strategis yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi kebebasan pers dan integritas jurnalistik di Indonesia.

Karena di tengah dinamika zaman, mereka yang tetap berdiri di atas kebenaran pantas untuk dikenang dan dihormati.

Bersatu dalam Semangat, Bergerak dalam Aksi

Tak sekadar seremoni, Rakernas ini juga akan membahas evaluasi kerja, penyusunan program strategis, serta penandatanganan kerja sama lintas sektor. Pemerintah, akademisi, dan swasta akan hadir sebagai bagian dari sinergi untuk menciptakan pers yang lebih independen, profesional, dan berdampak.

Baca Juga:  Tahun Baru Islam Sebagai Momentum Perubahan

Diskusi panel dan seminar nasional akan memperluas cakrawala, mempertemukan para pemikir dan pelaku media dalam satu meja: membahas masa depan, tanpa melupakan akar.

Lampung, Pusat Peradaban Duta Pena

Dalam hitungan minggu, mata insan pers nasional akan tertuju ke Lampung. Provinsi yang dikenal dengan keberagaman budaya dan kekayaan alam ini akan menjadi pusat pertemuan para duta pena, mereka yang menulis bukan hanya berita, tapi juga arah masa depan.

Dan ketika acara usai, yang tertinggal bukan hanya dokumentasi atau berita, tetapi jejak sejarah bahwa di usia ketiganya, PWDPI telah menetapkan satu titik penting dalam peta perjalanan panjang jurnalistik Indonesia.


Selamat datang di Lampung. Selamat datang di momentum emas PWDPI. Di sinilah kita bersatu, bergerak, dan menulis sejarah bersama.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar