Banda Aceh, HARIANREPORTASE.com – Provinsi Aceh semakin menjadi tujuan favorit wisatawan, baik mancanegara maupun domestik. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah kunjungan turis asing ke Aceh pada Agustus 2025 mencapai 4.314 kunjungan, naik 4,85 persen dibandingkan Juli 2025, serta melonjak 41,81 persen dibanding Agustus 2024.
Dari jumlah tersebut, Malaysia menjadi penyumbang terbesar, yakni 3.210 kunjungan. Angka ini meningkat signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya 2.217 kunjungan. Sementara kunjungan turis asing dari negara lain masih tercatat di bawah 100 kunjungan.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disbudpar Aceh, Akmal Fajar, menyebut tren positif ini tidak terlepas dari upaya Pemerintah Aceh memperkuat daya tarik destinasi dan memperluas konektivitas wisata.
“Alhamdulillah, tren kunjungan wisatawan mancanegara, terutama dari negeri jiran Malaysia, terus meningkat dari bulan ke bulan,” ujarnya, Sabtu (4/10/2025).
Strategi Pariwisata Aceh
Untuk memperkuat geliat sektor pariwisata, Disbudpar Aceh bersama InJourney dan sejumlah mitra strategis menggelar pertemuan Culture and Destination Development (CDD). Forum ini menjadi wadah perumusan arah pengembangan pariwisata Aceh secara lebih terintegrasi lintas sektor.
Branding “The Light of Aceh” terus dipromosikan dengan menonjolkan potensi wisata religi, sejarah, kuliner, bahari, dan budaya. Upaya promosi ini juga diintegrasikan dengan kampanye nasional Kementerian Pariwisata serta menyasar pasar prioritas seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Selain memperluas promosi dan aksesibilitas, Disbudpar Aceh juga meluncurkan 42 agenda wisata, budaya, dan ekonomi kreatif dalam program Khazanah Piasan Nanggroe 2025.
Agenda yang tersebar di berbagai kabupaten/kota ini meliputi festival budaya, pertunjukan seni, hingga kegiatan ekonomi kreatif yang dirancang untuk memberi pengalaman khas Aceh kepada wisatawan.
Komitmen Jangka Panjang
Kepala Disbudpar Aceh, Almuniza Kamal, menegaskan pemerintah daerah berkomitmen menjadikan Aceh sebagai destinasi wisata yang terkoneksi, inklusif, dan berkelanjutan.
“Melalui penguatan konektivitas udara, peningkatan daya tarik destinasi, serta kolaborasi lintas sektor, kami ingin mewujudkan visi The Light of Aceh sebagai ikon pariwisata yang bersinar di tingkat nasional maupun regional,” ungkapnya.
Dengan pesona alam, kekayaan budaya, dan keramahan masyarakat, Aceh kini semakin percaya diri menempatkan diri sebagai salah satu tujuan wisata unggulan di Asia Tenggara.
Sumber : kompas.com






