Jakarta, HARIANREPORTASE.com – Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dipastikan akan membuat partai politik (parpol) atau pun organisasi masyarakat (ormas).
Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Anies Baswedan, Sahrin Hamid, dalam dialog Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Selasa (10/9/2024).
“Tentunya ini sudah disampaikan Mas Anies bahwa saat ini tahapannya sedang dalam tim kajian,” ucap Sahrin Hamid, dilansir dari kompas.tv
Menurut Sahrin, Anies Baswedan akan mengumumkannya sendiri soal partai politik atau pun ormas yang akan dibentuknya dalam waktu dekat.
“Tidak lama lagi akan diumumkan oleh Mas Anies tau timnya sendiri,” ujar Sahrin.
Sahrin kemudian dikonfirmasi, apakah Anies membentuk partai politik karena gagal maju Pilgub, namun ia membantah.
“Tidak karena gagal, kita tahu Anies, 2017 mengikuti kontestasi politik, 2024 juga mengikuti kontestasi pilpres dan yang diusung oleh Mas Anies adalah gagasan-gagasan ada track record,” kata Sahrin.
“Nah ini semua kan bukan instrumen politik dan kita tahu bahwa partai politik beberapa fungsi adalah, yang pertama menjadi bagian dari edukasi politik, instrumen untuk edukasi rakyat, yang kedua adalah menjadi agregasi, artikulasi, alat perjuangan aspirasi rakyat dan juga yang ketiga adalah menjadi instrumen untuk distribusi kepemimpinan publik atau kepemimpin politik, ini semua kan terinstitusionalisasi dalam partai politik,” tambahnya.
Atas dasar itu, kata Sahrin, Anies menilai partai politik menjadi hal penting yang patut dipertimbangkan.
“Sebelum dipilih oleh rakyat atau warga ada saringan threshold yang harus dilewati yaitu partai politik, sehingga partai politik ini memang penting, oleh karenanya bagi Mas Anies ini patut dipertimbangkan,” ujar Sahrin.
“Apakah nantinya ini menjadi institusi partai politik sebagai instrumen untuk memperjuangkan gagasan-gagasan politik Anies ataukah misalnya cukup dengan ormas untuk menghimpun kesamaan cita-cita perjuangan,” tambah Sahrin.
Untuk diketahui, sebelumnya Anies Baswedan mengatakan dirinya tidak menutup kemungkinan akan mendirikan organisasi masyarakat (ormas) atau partai politik.
Pernyataan tersebut disampaikan Anies melalui video di akun YouTube-nya yang diunggah Jumat, 30 Agustus 2024.
Anies mengatakan banyak aspirasi yang datang kepadanya untuk membentuk partai politik secara mandiri setelah dia gagal maju di Pilkada 2024. Anies menerima aspirasi tersebut dan meminta pendukungnya untuk menantikannya.
“Jika untuk mengumpulkan semua semangat perubahan yang sekarang makin hari makin terasa besar dan itu menjadi sebuah kekuatan, diperlukan menjadi gerakan, maka membangun ormas atau membangun partai baru, mungkin itu jalan yang akan kami tempuh. Kita lihat sama-sama ke depan.” ujarnya
Anies tak memungkiri banyaknya usulan untuk dirinya agar masuk partai atau mendirikan partai baru. Namun, menurutnya partai yang ada saat ini sudah tersandera oleh kekuasaan.
“Kalau masuk partai, pertanyaannya partai mana yang sekarang tidak tersandera oleh kekuasaan? Nah, jangankan dimasuki, mencalonkan saja terancam. Agak berisiko juga bagi yang mengusulkan,” katanya.
Anies menuturkan pembentukan partai tersebut untuk mewadahi berbagai aspirasi masyarakat, yang menginginkan kesetaraan dan demokrasi yang lebih sehat.
Dia juga mengatakan banyak orang menginginkan partai politik yang mengedepankan gagasan.
Aspirasi tersebut menjadi modal bagi Anies untuk membentuk partai politik. “Semoga tidak terlalu lama lagi kita bisa mewujudkan langkah-langkah konkret (tersebut),” tutur Anies.
Dalam video tersebut Anies juga menyinggung bagaimana elite-elite partai tidak memunculkan calon kepala daerah yang sesuai dengan harapan masyarakat di daerah. Padahal, menurut Anies, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) telah membuka peluang bagi partai untuk menyerap aspirasi masyarakat.
“Pilkada ini kan pemilihan di tingkat daerah yang harusnya mencerminkan aspirasi daerah. Bukan aspirasi di puncak nasional,” kata Anies.