Aceh Besar, HARIANREPORTASE.com — Polemik terkait pengukuhan Imum Syik Masjid Abu Indrapuri kembali memanas. Kali ini, beredarnya papan bunga ucapan selamat yang mencantumkan nama Kapolda Aceh dan Pangdam Iskandar Muda memicu sorotan tajam dari berbagai pihak.
Dalam papan bunga tersebut, tercantum nama Kapolda Aceh serta Pangdam Iskandar Muda, Joko Hadi Susilo, yang disebut memberikan ucapan selamat kepada Tgk. Zulfa Saputra, S.E atas pengukuhannya sebagai Imum Syik Masjid Abu Indrapuri.
Kuasa hukum Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Abu Indrapuri, Nourman, menilai kemunculan papan bunga tersebut janggal dan patut diduga sebagai bentuk pencatutan nama yang dapat mencederai institusi negara.
“Saya menilai ini tidak masuk akal. Kapolda Aceh dan Pangdam Iskandar Muda adalah institusi penjaga hukum dan stabilitas daerah. Sangat tidak mungkin mereka terlibat dalam dinamika yang justru berpotensi memecah belah masyarakat. Ini kuat dugaan pencatutan dan fitnah,” ujar Nourman.
Ia menegaskan, dugaan tersebut bukan persoalan sepele, melainkan dapat berdampak serius terhadap kepercayaan publik terhadap institusi negara, termasuk Polda Aceh dan Kodam Iskandar Muda.
Menurut Nourman, pada hari yang sama juga direncanakan pengukuhan Imum Syik atas nama Zulfa Saputra oleh Bupati Aceh Besar, Muharram Idris. Ia menilai rangkaian peristiwa ini telah mengarah pada potensi pembelahan sosial di tengah masyarakat.
“Ini bukan hanya fitnah, tapi sudah mengarah pada upaya pembelahan dan perpecahan masyarakat. Kondisi sosial yang selama ini kondusif justru sedang diganggu,” tegasnya.
Lebih lanjut, Nourman juga menyoroti peran kepala daerah dalam situasi tersebut. Ia menilai Bupati Aceh Besar harus bertanggung jawab atas dinamika yang berkembang.
“Saya melihat ada indikasi kuat bahwa Bupati bertindak sebagai provokator. Ini sangat berbahaya karena seolah membuka ruang konflik sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.
Atas kondisi tersebut, pihaknya mendesak aparat keamanan untuk segera mengambil langkah tegas. Ia meminta Polda Aceh dan Kodam Iskandar Muda melakukan penyelidikan menyeluruh terkait dugaan pencatutan nama dalam papan bunga tersebut.
“Saya minta Polda dan Kodam segera bertindak. Amankan situasi dan selidiki dugaan fitnah ini. Jangan sampai konflik benar-benar terjadi dan mencederai ketertiban umum,” pungkasnya.
Hingga kini, polemik pengukuhan Imum Syik Masjid Abu Indrapuri masih terus bergulir dan menjadi perhatian masyarakat luas. Sejumlah pihak berharap semua pihak dapat menahan diri demi menjaga stabilitas, persatuan, dan ketertiban di Aceh.