Award Winners

Jalan Peunaron Baru–Serimulya Rusak Parah, Warga Terisolasi Selama Empat Tahun

Harian Reportase - Senin, 3 November 2025
Jalan Peunaron Baru–Serimulya Rusak Parah, Warga Terisolasi Selama Empat Tahun
Kondisi Jalan Peunaron Baru–Serimulya yang rusak parah.  
Penulis
|
Bagikan:

Aceh Timur, HARIANREPORTASE.com – Warga Desa Serimulya, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur, kembali menyuarakan keluhan mereka terhadap kondisi jalan utama yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki.

Jalan sepanjang sekitar 10 kilometer yang menghubungkan Desa Peunaron Baru dengan Desa Serimulya itu kini nyaris tak bisa dilalui kendaraan.

Menurut tokoh masyarakat setempat, Darmawan, kerusakan jalan sudah berlangsung sekitar empat tahun terakhir tanpa ada penanganan serius dari pemerintah daerah. Kondisi jalan yang berlumpur dan tergenang air di sejumlah titik membuat akses transportasi warga lumpuh total.

“Jalan di sana seperti jalan gajah, tidak bisa dilewati kendaraan,” ungkap Darmawan, mantan Keuchik Serimulya, Minggu (2/11/2025).

Kerusakan terparah, kata dia, terjadi mulai dari Jembatan Rangka Baja Dusun Dataran Indah, Desa Peunaron Baru, hingga ke pemukiman warga Desa Serimulya. Akibatnya, sebanyak 117 kepala keluarga (KK) di desa tersebut terpaksa memutar arah dengan melewati jalan perkebunan kelapa sawit milik PT Agra Buminiaga Peunaron untuk berbelanja kebutuhan pokok atau menjual hasil bumi ke pasar Peunaron dan pusat kota Idi Rayeuk.

Baca Juga:  Bulan Ini Pemerintah Buka 600.000 CASN, 60.000 Bakal Ditempatkan di IKN

Kendati masyarakat berusaha tetap melintasi jalan itu untuk mengangkut hasil kebun mereka, hal tersebut justru memperparah kerusakan yang ada. Lumpur tebal dan genangan air memperbesar risiko kendaraan terjebak dan rusak di tengah perjalanan.

“Kami sudah berulang kali menyampaikan keluhan ke pemerintah kabupaten sejak tahun lalu, tapi belum ada hasil konkret. Terakhir, kami juga sudah sampaikan langsung kepada Bapak Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky,” ujar Darmawan.

Darmawan menambahkan, dari hasil komunikasi terakhir, Bupati Aceh Timur telah memberikan harapan bahwa pembangunan jalan Peunaron Baru–Serimulya akan dimasukkan dalam rencana anggaran tahun 2026 mendatang.

Baca Juga:  Penyerangan Polisi di Malam Tahun Baru di Kota New York

Meski demikian, masyarakat berharap agar pembangunan tersebut tidak hanya sebatas janji, mengingat jalan ini menjadi satu-satunya akses utama bagi warga untuk beraktivitas dan mengeluarkan hasil bumi.

“Kami berharap pemerintah segera turun tangan. Jangan biarkan kami terus terisolasi,” harapnya.

Warga menilai perbaikan jalan Peunaron Baru–Serimulya akan sangat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat serta membuka akses desa mereka ke wilayah lain di Aceh Timur.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar