Award Winners

Komunitas Aceh Mandiri Pangan Gelar Diskusi, Ini Tujuannya

Harian Reportase - Senin, 5 Agustus 2024
Komunitas Aceh Mandiri Pangan Gelar Diskusi, Ini Tujuannya
Komunitas Aceh Mandiri Pangan dan Ikatan Keluarga Alumni STAN (Ikanas) Aceh menggelar diskusi optimalisasi pekarangan sebagai ikhtiar kemandirian pangan keluarga, di Salah satu Cafe di Banda Aceh, Ahad (4/8/2024).  
Bagikan:

Banda Aceh, HARIANREPORTASE.com — Komunitas Aceh Mandiri Pangan dan Ikatan Keluarga Alumni STAN (Ikanas) Aceh menggelar diskusi optimalisasi pekarangan sebagai ikhtiar kemandirian pangan keluarga, di Salah satu Cafe di Banda Aceh, Ahad (4/8/2024).

Kegiatan ini sekaligus sebagai momentum launchingnya komunitas Aceh Mandiri Pangan, sebuah komunitas yang diinisiasi oleh lintas kalangan dan lintas generasi.

Ketua Ikanas STAN Aceh, Faisal azni yang juga relawan KAMP (komunitas Aceh Mandiri Pangan) menyampaikan bahwa diskusi mandiri pangan ini adalah langkah awal dari upaya kolaboratif untuk mengoptimalkan lahan pekarangan dengan menanami berbagai jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan di dapur.

Baca Juga:  Pendaftaran CPNS Diperpanjang, Berikut Jadwal Terbarunya

“Peserta diharapkan dapat membangun suatu konektivitas antara kebun dan dapur sehingga secara perlahan dapat meningkatkan ekonomi keluarga sekaligus mengurangi beban biaya dapur.” ungkap Faisal

Forum diskusi kali ini adalah sarana untuk berbagi informasi, berbagi pengalaman dan juga berbagi bibit untuk dapat segera di aplikasikan dirumah masing- masing.

Praktisi kebun keluarga yang juga merupakan founder rumah dalang, Yusriana Badruzzaman, dalam sesi diskusi menyampaikan bahwa kemandirian pangan merupakan suatu kemampuan dalam memproduksi pangan beraneka ragam yang dapat menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang cukup secara berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang ada.

Baca Juga:  KPI Aceh Ingatkan Lembaga Penyiaran Patuhi Aturan Masa Tenang

“Dengan memanfaatkan seluruh pekarangan yang ada kita bisa mendapatkan makanan yang alami, bergizi sekaligus dapat senantiasa berbagi.” ujar Yusriana

Sementara itu, Petani muda Juli Ismulia pada sesi kedua memberikan motivasi kepada seluruh generasi muda yang hadir untuk dapat memanfaatkan setiap peluang dalam bertani di era digital.

“Paradigma petani muda yang sukses dapat diraih oleh semua anak muda jika bersungguh-sungguh dan peka dalam melihat peluang serta kebutuhan pasar.” ungkap owner ismulia farm ini

Juli juga menyampaikan urgensi kolaborasi sebagai bagian menuju keberhasilan menjadi petani modern.

Baca Juga:  Perputaran Uang Hasil Narkoba Capai Rp 500 Triliun per Tahun

Diskusi Aceh Mandiri Pangan dihadiri oleh 74 peserta dari berbagai kalangan, diantaranya siswa siswi SMPIC ( Islam Cendikia) Anak Bangsa Ulee Kareng, santri Pesantren Baitul Quran Siem Aceh Besar, Pimpinan pesantren HPAIC Seulawah, kalangan Mahasiswa, Guru, Dosen, Pengusaha makanan dan minuman serta kalangan Ibu rumah tangga yang bersemangat untuk berkebun.

Kegiatan yang didukung penuh oleh Laznas Yakesma Aceh ini diharapkan menjadi momentum awal untuk memberikan motivasi seluruh keluarga di Aceh untuk dapat mengoptimalkan lahan pekarangan sebagai salah satu upaya meningkatkan ekonomi keluarga sekaligus menjadi sumber pangan sehat bergizi.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar