Award Winners

Kronologi Oknum TNI AL Bunuh Perawat Sukarela di Aceh Utara

Harian Reportase - Selasa, 18 Maret 2025
Kronologi Oknum TNI AL Bunuh Perawat Sukarela di Aceh Utara
Petugas melakukan evakuasi jasad warga Aceh Utara, diduga korban perampokan di Kawasan Gunung Salak, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara, Senin (17/3/2025).  
Penulis
|
Bagikan:

Krueng Geukuh, HARIANREPORTASE.com — Hasnafi Bin Jaffaruddin (35 tahun), seorang perawat sukarela di Puskesmas Babah Buloh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara ditemukan meninggal dunia di Gunung Salak, Aceh Utara. Senin (17/3/2025).

Selain berprofesi sebagai perawat sukarela, korban juga berprofesi sebagai agen mobil, untuk mencari penghasilan tambahan.

Korban ditemukan disemak semak belukar, dalam karung besar, dengan kondisi yang memprihatinkan, pelakunya merupakan oknum TNI AL Lanal Lhokseumawe berpangkat Kelasi Dua (KLD) dengan inisial DI, kelahiran 14 April 2002.

Jasad korban kemudian dievakuasi oleh tim medis, personel TNI AL, dan satuan reserse dan kriminal Polres Lhokseumawe dari Km 30 Gunung Salak Aceh Utara untuk dibawa ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia, Aceh Utara.

Kronologi Versi Keluarga

Melansir laman kompas.com, Tgk Mujirurrahman, sepupu dari Hasnafi atau yang akrab disapa Imam, di lokasi pemakaman Desa Uteun Geulinggang, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Senin (17/3/2025) menjelaskan, kronologi yang diketahui keluarga berawal saat Jumat, 14 Maret 2025 sore.

Saat itu, korban bertemu dengan pelaku DI. Mereka lalu melihat mobil Innova warna hitam yang ingin dijual. Pelaku kemudian meminta tes kelayakan atau test drive.

“Sekitar satu jam mereka keliling di Kompleks ASEAN (Aceh ASEAN Fertilizer). Lalu, terdengar suara letusan senjata. Ramai warga yang mendengar, kami menyakini dibunuh di Kompleks ASEAN,” ucap Mujirurrahman.

Namun, keluarga tidak mengetahui di mana suara tembakan itu.

“Entah di dalam mobil atau di luar mobil, kami tidak tahu. Setelah itu, kami tidak tahu kabar, dan hilang kontak,” kata Muji.

Dia menyebutkan, nomor handphone korban sudah tidak aktif sejak Jumat sore.

Setelah itu, keluarga melaporkan kasus itu ke Polsek Dewantara dan Polres Lhokseumawe.

Baca Juga:  Beasiswa Tahfizh UM Surabaya Dibuka Sampai 31 Maret 2023

“Empat hari kami mencari korban. Polres bantu ikut cari,” katanya.

Kemudian, pada Senin, 17 Maret 2025 pagi, polisi memberi tahu keluarga bahwa Imam telah meninggal dunia.

Dijelaskan juga bahwa oknum TNI AL diduga sebagai pelaku pembunuhan.

Dia menjelaskan, Imam bekerja utama sebagai perawat dengan status tenaga sukarela di Puskesmas Babah Buloh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.

Setelah bekerja, korban juga berprofesi sebagai agen mobil.

“Itu bukan mobil dia. Dia hanya agen,” tuturnya.

Hasil Pemeriksaan Saksi

Laporan kegiatan dan olah tempat kejadian perkara oleh personil Sat Reskrim Polres Lhokseumawe beserta pihak Pomal Lhokseumawe.

HASIL KETERANGAN SAKSI SAKSI :

Pada hari Senin tanggal 17 Maret 2025 sekira pkl. 10.30 Wib, personil Sat Reskrim menerima informasi dari pihak Pomal Lhokseumawe sehubungan dgn telah diamankannya pelaku an. KLD ETA DEDE IRAWAN oleh pihak Pomal Lhokseumawe diduga terkait TP. Merampas Nyawa Orang Lain (Pembunuhan).

Pada Hari Kamis tanggal 13 Maret 2025 Kld Eta Dede Irawan (Pelaku) melihat Postingan di Facebook ada sesesorang Jual Mobil Toyota Kijang warna Hitam Nopol BL 1539 HW, Kemudian Kld Eta menghubungi Penjual Mobil untuk membeli Mobil yang akan dijual.

Pada hari Jumat tanggal 15 Maret 2025 sekira pukul 14.00 Wib Pelaku bertemu dengan korban (selalu agen mobil) dan Penjual/Pemilik mobil Toyota Kijang Innova warna hitam (Pemilik an. ZULFADLIADI) di Perumahan Komplek Asean Krueng Guekueh Kab. Aceh Utara.

Setelah bertemu Pelaku menyampaikan kepada Penjual Mobil dan Korban untuk test drive berdua dengan Posisi Pelaku mengemudikan Mobil dan untuk Korban berada di samping Kiri.

Sekira 15 (lima belas) menit Pelaku mencoba/Test Drive menyampaikan jika Kaki kaki mobil yang sebelah kiri kurang enak, saat itu pelaku mengajak korban turun dari mobil tetapi korban tidak mau, kemudian pelaku dengan tangan kanan menembak dengan senpi jenis pistol yang sudah disiapkan mengenai bagian Pelipis Kanan Kepala Korban.

Baca Juga:  Mengapa Allah Tidak Mengabulkan Doa Kita?

Setelah Pelaku melakukan penembakan kemudian membawa Korban ke Pos Radar Krueng Guekueh. Kemudian Pelaku menghubungi juniornya Kld Bah Wahyu, sesampainya Kld Bah Wahyu sampai di Pos Radar melihat ada Korban berlumuran darah Kld Wahyu takut dan pergi, kemudian Pelaku menghubungi juniornya yang lain yaitu Kld Aldi Yudha dan Kld Azlam, sesampainya di lokasi Pelaku meminta tolong kepada kedua orang tersebut untuk membantu membersihkan darah yang berada di Mobil.

Sekira pukul 16.30 Wib Pelaku mengajak Kld Aldi Yudha untuk membuang Korban di area Gunung Salak Kab. Aceh Utara.

Sekira pukul 17.30 Wib Pelaku dan Kld Aldi Yudha sampai di area Gunung Salak Kab. Aceh Utara kemudian menurunkan/membuang Korban di KM. 30 Gunung Salak Kab. Aceh Utara.

Setelah menurunkan/membuang Korban, kemudian Pelaku dan Kld Aldi Yudha pulang ke Kal Bireun yang sandar di Dermaga Semen Padang Krueng Guekueh Kab. Aceh Utara, dalam perjalanan masih di area Gunung Salak pelaku membuang Pistol dan Nopol Asli Mobil.

Pada hari Minggu,16 Maret 2015 sekira pukul 21.00 Wib Anggota (KLD Piandra) melaporkan kepada KKM KAL Bireuen tentang kejadian pembunuhan oleh Pelaku. Selanjutnya KKM menanyakan siapa saja yang mengetahui tentang kejadian Pembunuhan tersebut, selanjutnya Kepala Departemen Mesin (Kadepsin) mengumpulkan anggota di anjungan.

Pada hari Minggu tanggal 17 Maret 2025 pukul 00.45 Wib KKM melaporkan kepada Dan Kal tentang peristiwa tersebut dan Selanjutnya dilaporkan kepada Dandenpom dan kemudian dilaksanakan pengamanan Pelaku dan nama-nama yang terkait di Kantor Denpomal.

Baca Juga:  The Power Of Shadaqah

Pada hari Senin tanggal 17 Maret 2025 sekira pkl. 10.30 Wib, personil Sat Reskrim menerima informasi dari pihak Pomal Lhokseumawe sehubungan dgn telah diamankannya pelaku an. KLD ETA DEDE IRAWAN oleh pihak Pomal Lhokseumawe diduga terkait TP. Merampas Nyawa Orang Lain (Pembunuhan).

MOTIF PELAKU :

Berdasarkan hasil keterangan disimpulkan bahwa motif pelaku diduga ingin menguasai barang milik orang lain (penggelapan unit) yaitu 1 (satu) unit mobil Toyota Innova warna hitam Nopol BL 1539 HW.

Pomal Jamin Transparan Selidiki Kasus Tersebut

Komandan Polisi Militer TNI AL (Pomal) Lhokseumawe, Mayor Laut (MP) A Napitupulu, dalam konferensi pers di Markas TNI AL Lhokseumawe, membenarkan kejadian itu.

A Hutajulu menyebutkan bahwa proses pendalaman masih dilakukan oleh penyidik di Markas Pomal Lhokseumawe.

Termasuk, mobil Toyota Innova BL 1539 HW belum diketahui keberadaannya.

“Besok akan kami sampaikan lebih detail. Kami membatasi agar jangan sampai masuk ke pokok perkara,” terangnya.

Namun, dia meminta masyarakat mempercayakan penyelidikan dan penyidikan kasus itu kepada Pomal Lhokseumawe.

“Sesuai arahan pimpinan, kami akan buka seterang-terangnya kepada masyarakat, hingga sampai ke persidangan,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Imam menghilang bersama mobil yang akan dijualnya bersama pelaku. Kasus ini lalu dilaporkan ke Polres Lhokseumawe.

Belakangan, jasad pelaku diangkat oleh tim medis, personel TNI AL, dan satuan reserse dan kriminal Polres Lhokseumawe dari Km 30 Gunung Salak Aceh Utara untuk dibawa ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia, Aceh Utara.

Imam meninggalkan satu istri dan tiga anak, masing-masing berusia 12 tahun, 4 tahun, dan 6 bulan.

Jenazahnya dimakamkan di Desa Uteun Geulinggang, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar