Award Winners

Mobilisasi Buzzer dan Intimidasi Influencer Warnai Penanganan Banjir Aceh

Harian Reportase - Sabtu, 27 Desember 2025
Mobilisasi Buzzer dan Intimidasi Influencer Warnai Penanganan Banjir Aceh
  
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Banda Aceh, Harian Reportase –  Di tengah upaya pemulihan warga pascabanjir di sejumlah wilayah Aceh, ruang publik digital justru dipenuhi narasi positif mengenai kinerja pemerintah.

Pola penyebaran informasi yang seragam di media sosial memunculkan dugaan adanya mobilisasi buzzer untuk mengelola opini publik dan meredam kritik terhadap penanganan bencana.

Sejumlah laporan menyebutkan adanya tekanan terhadap influencer dan konten  kretor agar tidak mengunggah kondisi kerusakan infrastruktur, penderitaan warga, serta minimnya kehadiran negara di wilayah terdampak. Praktik tersebut dinilai menghambat kebebasan berekspresi dan mengaburkan realitas lapangan.

Baca Juga:  Daftar Panelis Debat Cawapres Perdana Jumat 22 Desember 2023

Samsul, menilai strategi komunikasi pemerintah lebih menitikberatkan pencitraan dibanding transparansi. Ia menyebut, narasi kunjungan pejabat dan bantuan simbolik tidak sepenuhnya mencerminkan situasi warga yang masih kehilangan rumah, mata pencaharian, serta akses layanan dasar.

“Ada jarak yang lebar antara narasi negara dan kenyataan di lapangan,” ujarnya.

Menurut Samsul, kondisi ini menunjukkan lemahnya kendali kepemimpinan nasional dalam memastikan respons bencana berjalan efektif. Presiden Prabowo Subianto dinilai belum mampu mengonsolidasikan seluruh instrumen negara agar fokus pada pemulihan substantif, bukan sekadar pengendalian opini publik.

Baca Juga:  Tukin Dosen ASN Tunggu Perpres, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 2,5 Triliun

Ia mengingatkan, penanganan banjir Aceh memerlukan pendekatan struktural jangka panjang, mencakup penataan daerah aliran sungai, pengendalian alih fungsi lahan, dan evaluasi proyek infrastruktur pengendali banjir. “Tanpa perbaikan mendasar, bencana akan terus berulang,” katanya.


 

Bagikan:

Tinggalkan Komentar