Award Winners

Muhammad Syarif Ajak Pemuda Aceh Berkarya Sesuai Profesi Melalui FMLA

Harian Reportase - Sabtu, 11 Juli 2026
Muhammad Syarif Ajak Pemuda Aceh Berkarya Sesuai Profesi Melalui FMLA
  
Penulis
|
Bagikan:

Banda Aceh, HARIANREPORTASE.com – Forum Milenial Literasi Aceh (FMLA) hadir sebagai wadah kolaborasi generasi muda Aceh untuk meningkatkan budaya membaca, menulis, berdiskusi, serta menyebarkan pengetahuan di tengah pesatnya perkembangan era digital.

Forum ini digagas sejak 2 Februari 2022 oleh Muhammad Syarif, S.H.I., M.H., Aktivis ’98 sekaligus Dosen Legal Drafting Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry.

Kehadiran FMLA berangkat dari semangat menghadirkan ruang belajar yang inklusif bagi generasi muda serta mendorong lahirnya masyarakat yang kritis, berwawasan, dan memiliki kecerdasan intelektual.

Sejak berdiri, FMLA aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan, di antaranya diskusi publik, pelatihan kepenulisan, bedah buku, seminar literasi digital, hingga kampanye gemar membaca di sekolah, dayah, madrasah, dan lingkungan masyarakat.

Baca Juga:  Hindari Perbuatan yang Merusak Hati, Daftar Khatib Jumat 23 Desember 2022 se Aceh Besar

Berbagai program tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan literasi sekaligus membentuk karakter generasi muda yang kreatif, inovatif, serta bertanggung jawab dalam menghadapi tantangan zaman.

Dalam perjalanannya, Forum Milenial Literasi Aceh terus memperluas jejaring kerja sama dengan komunitas, lembaga pendidikan, serta berbagai organisasi kepemudaan. Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat gerakan literasi dan menjangkau lebih banyak kalangan masyarakat.

Memasuki era transformasi digital, FMLA juga memanfaatkan berbagai platform media sosial sebagai sarana edukasi, publikasi karya, dan penyebaran informasi yang positif serta mencerdaskan.

Dengan semangat kolaborasi, organisasi ini berkomitmen menjadikan literasi sebagai fondasi dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Baca Juga:  Catat Rekor Muri, Masak Bubur Asyura dengan Belanga Terbesar di Aceh

Direktur Forum Milenial Literasi Aceh, Muhammad Syarif, S.H.I., M.H., mengatakan FMLA mengusung motto “Membangun Negeri Lewat Narasi dan Karya”. Untuk memperkuat gerakan literasi, organisasi tersebut merekrut para profesional sesuai bidang keahlian masing-masing serta mengembangkan struktur kelembagaan menjadi 10 bidang, yaitu Penelitian; Jurnalistik dan Publikasi; Advokasi Hukum dan Kebijakan Publik; Pemerintahan; Sosial dan Budaya; Kesehatan; Pendidikan; Ekonomi Kreatif; Politik; serta Teknologi dan Informatika.

“Kami ingin menghimpun putra-putri terbaik Aceh, baik yang berada di dalam maupun di luar negeri, agar bersama-sama membangun Aceh melalui karya sesuai profesi dan kompetensi yang dimiliki,” ujar Muhammad Syarif.

Baca Juga:  Daftar dan Perkembangan Jalan Tol Sumatera

Pria yang juga dikenal dengan callsign Charlie Papa Romeo itu mengajak generasi muda yang memiliki minat di bidang kepenulisan, penelitian, maupun pengembangan ilmu pengetahuan untuk menjadikan FMLA sebagai wadah berdialektika, berkolaborasi, sekaligus ruang dakwah intelektual melalui penyebaran ilmu dan informasi yang mencerahkan.

“Jika Tuan dan Puan memiliki kemampuan menggoreskan tinta melalui tulisan, mari bergabung bersama Forum Milenial Literasi Aceh. Jadikan forum ini sebagai ruang berkarya, berdiskusi, dan berkontribusi bagi kemajuan generasi muda Aceh serta Indonesia,” tutupnya.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar