Langsa, HARIANREPORTASE.com – Upaya memperkuat ketahanan mental para penggiat kemanusiaan di Pantai Timur Aceh terus digencarkan. Selama empat hari, 9–12 Februari 2026, Pelatihan Psikososial dan Psychological First Aid (PFA) digelar di Hotel Harmoni, Kota Langsa.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Ikatan Alumni Universitas Indonesia sebagai bagian dari komitmen penguatan kapasitas sumber daya manusia kemanusiaan di daerah rawan bencana.
Sebanyak 26 peserta ambil bagian dalam pelatihan ini. Mereka berasal dari beragam latar belakang, mulai dari penggiat kemanusiaan lintas sektor, akademisi, aktivis sosial, hingga perwakilan instansi pemerintah dari Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang.
Selama empat hari, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan praktis untuk meningkatkan kualitas pendampingan psikososial bagi penyintas krisis, sekaligus memperkuat daya lenting pribadi dari risiko trauma sekunder.
Materi pelatihan disampaikan langsung oleh dosen dan psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Pendekatan yang digunakan menggabungkan landasan ilmiah dan praktik terbaik di lapangan, dengan metode interaktif berupa paparan konseptual, studi kasus, simulasi PFA, serta diskusi reflektif yang kontekstual dengan dinamika kebencanaan dan krisis kemanusiaan di Aceh.
Ketua Panitia Lokal, Yasir, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis pendampingan, tetapi juga pada perawatan kesehatan mental para penolong.
“Penggiat kemanusiaan sering berada di garis depan krisis. Mereka perlu keterampilan yang tepat sekaligus ruang aman untuk mengenali dan mengelola dampak psikologis yang mungkin muncul, termasuk trauma sekunder,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat dari dinamika kelas yang hidup dan diskusi yang mendalam. Sejumlah peserta mengaku mendapatkan perspektif baru tentang pentingnya menjaga kesehatan mental diri sendiri sebelum dan selama membantu orang lain.
Selain memperkaya pengetahuan, pelatihan ini juga membuka ruang jejaring lintas sektor yang diharapkan memperkuat koordinasi respons kemanusiaan di wilayah Pantai Timur Aceh.
Dengan bekal yang diperoleh, para peserta diharapkan dapat segera mengimplementasikan keterampilan PFA dan dukungan psikososial di komunitas masing-masing. Pendekatan yang empatik, efektif, dan berkelanjutan diyakini akan semakin memperkuat pemulihan penyintas sekaligus menjaga ketahanan para relawan dan pekerja kemanusiaan.
Melalui pelatihan ini, Ikatan Alumni Universitas Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam penguatan kapasitas kemanusiaan di berbagai daerah. Menguatkan jiwa para penolong, agar mereka mampu menolong dengan lebih baik.