Award Winners

Tim PKM Dosen Unsam Gelar Pembinaan Pemanfaatan IT Untuk Mengecek Status Gizi Bagi Kader Posyandu di Alue Ie Puteh, Aceh Tamiang

Harian Reportase - Selasa, 20 Agustus 2024
Tim PKM Dosen Unsam Gelar Pembinaan Pemanfaatan IT Untuk Mengecek Status Gizi Bagi Kader Posyandu di Alue Ie Puteh, Aceh Tamiang
Foto Bersama Tim PKM Unsam, Amelia, S.Pd., M.Si, dan Herlina Endah Sari, S.Si., M.Sc. bersama para peserta pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Kader Pintar Dengan Pemanfaatan IT untuk mengecek status gizi sebagai upaya penanganan stunting, di Desa Alue Ie puteh Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, Selasa (20/8/2024).  
Penulis
|
Bagikan:

Langsa, HARIANREPORTASE.com — Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Samudra (Unsam) Langsa menyelenggarakan kegiatan pembinaan Masyarakat Melalui Program Kader Pintar Dengan Pemanfaatan IT untuk mengecek status gizi sebagai upaya penanganan stunting, di Desa Alue Ie Puteh, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, Selasa (20/8/2024).

Kegiatan PKM ini dipimpin oleh Amelia, S.Pd., M.Si dengan anggota Herlina Endah Sari, S.Si., M.Sc.

Ketua Tim PKM Unsam, Amelia kepada harianreportase.com menjelaskan, Pravalensi kasus stuting di Provinsi Aceh masih menjadi perhatian Pemerintah. Berdasarkan Hasil SSGI Tahun 2021, Aceh menduduki peringkat ke-3 tertinggi dari seluruh provinsi di Indonesia yakni 33,2 % pada tahun 2021.

Meskipun turun 2% dari tahun berikutnya, namun permasalahan terkait gizi ini harus segera diatasi. Demikian juga untuk salah satu kabupaten di Provinsi Aceh, yaitu Aceh tamiang Pravalensi stunting atau angka kejadian stunting masih menjadi permasalahan setiap daerah.

Baca Juga:  11 Kali Tsunami Menerjang Aceh, Rekam Jejaknya Dipamerkan di Museum Tsunami

“Aceh tamiang yang merupakan salah satu kabupaten yang menduduki peringkat 13 besar dari seluruh Kabupaten atau Kota pada provinsi Aceh Tahun 2021,” kata Amelia

Amelia menerangkan, Selanjutnya pada tahun 2022 pravelensi kasus stunting di Kabupaten Aceh Tamiang masih menjadi perhatian karena masih berada dekat dengan rata- rata nilai pravalensi tingkat nasional.

“Hal ini menunjukkan bahwa perlu aksi dan strstegi yang direalisasikan dalam penanganan kasus stunting.” lanjutnya

Menurut Amelia, Stunting dapat diatasi dengan pengobatan, namun mencegah sejak dini akan jauh lebih baik untuk mangatasi stunting.

Baca Juga:  Rumah Amal Masjid Jamik USK Salurkan Rp567 Juta untuk 277 Penerima

“Merujuk dari uraian diatas, penggunaan teknologi seperti aplikasi EPPGBM atau aplikasi lainnya, dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan akses dan menyebarkan informasi kesehatan gizi kepada masyarakat secara luas. Aplikasi tersebut dapat membantu memberikan edukasi tentang gizi yang baik dan praktik pencegahan stunting kepada para orang tua anak secara interaktif dan mudah diakses.” ujar Amelia

Berdasarkan permasalahan dan kondisi tersebut, maka tim pengabdian kepada masyarakat (PkM) melaksanakan kegiatan “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Kader Pintar Dengan Pemanfaatan IT untuk mengecek status giz sebagai upaya penanganan stunting.”

“Tujuan dari kegiatan ini yaitu mendampingi dan melakukan pembinaan kepada para kader Posyandu di Desa Alue Ie puteh Kecamatan Manyak Payed dalam mensosialisasikan stunting, informasi terkait gizi dengan pemanfaatan IT, salah satunya aplikasi PSG Balita.” ungkapnya

Para peserta sedang menyimak pemaparan dari Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Samudra (Unsam) Langsa.

Para peserta sedang menyimak pemaparan dari Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Samudra (Unsam) Langsa.

Kegiatan tersebut berjalan dengan baik dan telah diikuti oleh beberapa kader Posyandu dan Ibu ibu yang memiliki balita.

Baca Juga:  Lewat Bhabinkamtibmas dan Polisi RW, Polres Aceh Timur Gelar Bakti Sosial

Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias, hal ini ditunjukkan dari partisipasi saat kegiatan dan hasil kuesioner juga menunjukkan bahwa 89% kegiatan ini sangat bermanfaat dan sesuai dengan harapan peserta.

Selain itu peserta juga telah terampil menggunakan aplikasi untuk mengetahui status gizi.

“Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan kader Posyandu dalam identifikasi status gizi anak, sehingga dapat melakukan intervensi sesuai kondisi dan dapat mempertahankan status gizi yang sudah baik.” harap Amelia

Bagikan:

Tinggalkan Komentar