Banda Aceh, HARIANREPORTASE.com — Wahdah Islamiyah Aceh sukses menyelenggarakan Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) VIII yang bertempat di Markaz Dakwah Wahdah Islamiyah Aceh, Mushalla Jami’ul Wafa’, Lambaro Skep, Kota Banda Aceh. 25-26 Januari 2025.
Acara yang mengangkat tema “Mengokohkan Soliditas dan Kolaborasi untuk Aceh Maju dan Berkah” ini dihadiri oleh 50 peserta, terdiri dari para pengurus Wahdah Islamiyah di berbagai daerah Aceh (DPW/MWW), baik secara offline maupun online.
Pesan Inspiratif dari Ust. Akino Iskandar
Pembukaan Mukerwil VIII dipimpin oleh Ust. Akino Iskandar, perwakilan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Wahdah Islamiyah Departemen Urusan Wilayah dan Daerah (DUWD).
Dalam sambutannya, Akino menyampaikan empat poin penting sebagai pedoman bagi peserta dalam menjalankan tugas dakwah dan kepengurusan.
Pertama, Strategi dan inovasi dalam menghadapi tantangan dakwah. Kedua, Lingkungan orang-orang shalih untuk menjaga kualitas iman dan amal. Ketiga, Memberikan manfaat bagi generasi mendatang dengan meninggalkan jejak kebaikan. Dan keempat, Amal shalih dan keteguhan hati sebagai bekal menjadi pewaris surga.
Hal diatas merupakan tadabbur dari QS. Asy-Syu’ara: 83-85 sebagai pengingat akan pentingnya doa, amal, dan keteguhan iman.
Pesan-pesan ini menginspirasi peserta untuk terus memperkokoh peran mereka dalam memajukan Aceh secara Islami melalui Wahdah Islamiyah.
Apresiasi Ketua DPW: Soliditas dan Kolaborasi Kunci Keberhasilan
Ketua DPW Wahdah Islamiyah Aceh, Ust. Muhammad Hatta Selian, Lc, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas kedisiplinan dan semangat peserta selama Mukerwil.
Dalam arahannya, Hatta menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan membangun kolaborasi yang kokoh.
“Jaga kebersamaan, tingkatkan soliditas, dan bangun kolaborasi untuk menghadapi tantangan ke depan,” tegasnya.`
Evaluasi Proker 2024 dan Penyusunan Proker 2025
Mukerwil ini menjadi momen penting untuk mengevaluasi capaian program kerja (proker) 2024 dan menyusun langkah strategis untuk 2025.
Capaian Proker 2024:
Ketahanan Keluarga dan Ekonomi:
Pengelolaan enam unit sekolah serta pendirian koperasi Koprimnas Bersatu Berkah Bersama cabang Aceh sebagai upaya penguatan ekonomi umat.
Pengembangan Pendidikan dan Kaderisasi:
Penekanan pada pembentukan generasi Qur’ani yang religius dan unggul.
Fokus Proker 2025:
1. Pengembangan pendidikan berbasis nilai Qur’ani.
2. Kemandirian ekonomi untuk stabilitas organisasi dan masyarakat.
3. Kaderisasi sebagai upaya mencetak pemimpin masa depan yang tangguh.
Kajian yang Memperkaya Wawasan Peserta
Dua kajian utama turut memperkaya wawasan peserta:
Ketahanan Keluarga: Ust. Muhammad Hatta Selian, Lc, M.Ag., membahas solusi Islami untuk menghadapi berbagai konflik dalam keluarga.
Ketahanan Ekonomi: Dr. Syarifuddin M. Panrengreng dari DPP Wahdah Islamiyah memaparkan strategi memperkuat ekonomi keluarga menghadapi tantangan global.
Hal Unik di Mukerwil VIII
Mukerwil kali ini memiliki aturan unik: seluruh ponsel peserta dikumpulkan selama sidang pleno berlangsung, menciptakan suasana fokus dan produktif. Selain itu, para peserta menunjukkan dedikasi tinggi dengan hadir sebelum acara dimulai.
Semangat Ukhuwah yang Terasa
Mukerwil VIII tidak hanya menjadi ajang perencanaan, tetapi juga momentum mempererat ukhuwah. Diskusi produktif, kerja sama, dan semangat kebersamaan menjadi warna utama acara ini. Dokumentasi momen penting menampilkan kebersamaan yang kuat di antara peserta.
Dengan semangat soliditas dan kolaborasi yang terus menguat, Wahdah Islamiyah Aceh optimis dalam mewujudkan visi besar: menjadikan Aceh lebih maju dan berkah melalui kontribusi nyata di berbagai bidang kehidupan.