Award Winners

Wan Malaya di Nilai Gagal, Jaringan Aneuk Syuhada Ikut Surati Mualem : “Kami Tidak Ingin Partai Aceh Hancur di Nagan Raya

Harian Reportase - Kamis, 30 Juli 2026
Wan Malaya di Nilai Gagal, Jaringan Aneuk Syuhada Ikut Surati Mualem : “Kami Tidak Ingin Partai Aceh Hancur di Nagan Raya
  Harian Reportase
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Nagan Raya – Jaringan Aneuk Syuhada_ ( *JASA* ) Kabupaten Nagan Raya secara resmi menyatakan penolakan tegas terhadap sosok Samsuar atau yang akrab disapa Wan Malaya, untuk di tunjuk memimpin Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh di kabupaten tersebut. Sikap ini disampaikan langsung oleh Ketua JASA Nagan Raya, Said Asil Laut Tawar, usai menggelar musyawarah bersama seluruh keluarga besar aliansi pengurus JASA.

Said Asil menegaskan bahwa seluruh lapisan Aneuk Syuhada maupun eks kombatan GAM di Nagan Raya tidak akan kembali memberikan dukungan kepada Wan Malaya. Keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi rekam jejak kepemimpinan sebelumnya yang dinilai gagal membawa kemajuan bagi partai.

” _Kita tidak ingin Partai Aceh (PA) di Nagan Raya hancur dan ditinggalkan oleh pemilih yang selama ini cukup loyal dan setia di barisan perjuangan grunareeh. Seluruh Aneuk Syuhada dan eks kombatan tidak bakal kembali mendukung Wan Malaya yang pernah gagal memimpin Partai Aceh_ ,” tegas Said Asil dalam keterangannya, Kamis 30 Juli 2026.

Baca Juga:  Tingkatkan Kualitas Pelayanan Pertanahan, Empat Camat di Aceh Besar Resmi Dilantik sebagai PPATS

Ia menekankan bahwa Partai Aceh sejatinya adalah partai ideologis dengan visi dan misi perjuangan yang mulia, bukan wadah untuk mencari penghidupan atau memperkaya diri sendiri. Oleh karena itu, estafet kepemimpinan harus diserahkan kepada figur yang mampu menjaga marwah perjuangan serta soliditas basis massa.

*Empat Alasan Penolakan*

Penolakan ini juga didasarkan pada evaluasi objektif sebagaimana tertuang dalam Surat Pernyataan Sikap DPW JASA Nagan Raya yang ditujukan kepada Ketua Umum DPA Partai Aceh, Mualem Muzakir Manaf. Dalam surat tersebut, JASA merinci empat poin krusial mengapa Wan Malaya dianggap tidak layak:

Baca Juga:  Posko Pemenangan Tgk Irawan Abdullah Dilaunching

1. Kegagalan Elektoral

Di bawah kepemimpinan Wan Malaya sebelumnya, Partai Aceh di Nagan Raya mengalami kemunduran signifikan. Perolehan suara dan kursi di DPRD Kabupaten (DPRK) merosot tajam dari 5 kursi—yang saat itu menempatkan PA sebagai ketua DPRK—turun menjadi hanya 3 kursi. JASA menilai ini bukti nyata lemahnya manajemen struktural.

2. Bukan Eks Kombatan

JASA menyoroti latar belakang kandidat yang tidak merepresentasikan eks kombatan, padahal Partai Aceh lahir dari rahim perjuangan bersenjata.

3. Ingkar Janji Kantor

Permanen: Selama lima tahun kepemimpinannya, Wan Malaya berjanji akan mendirikan kantor partai permanen. Namun ironisnya, hingga akhir jabatan, sekretariat PA masih menempati bangunan rumah pribadi milik Wan Malaya dengan status sewa yang harus dibayar setiap tahun menggunakan anggaran partai.

Baca Juga:  Serahkan Persub RTRW kepada Gubernur Sulawesi Utara, Menteri Nusron Minta RTRW Provinsi Jadi Acuan Penyusunan RTRW Kabupaten/Kota

4. Minim Transparansi Anggaran

Kepemimpinan Wan Malaya juga dinilai kurang transparan dalam mekanisme pengelolaan dana partai. Banyak kader yang mempertanyakan keterbukaan pengelolaan anggaran selama masa jabatannya.

5. Menyelamatkan Masa Depan PA di Bumi Rameune

Melalui pernyataan resminya, DPW JASA Nagan Raya menyatakan “MENOLAK SEKERAS-KERASNYA” untuk menunjuk kembali kepemimpinan Wan Malaya demi menyelamatkan masa depan Partai Aceh di Bumi Rameune.

Jasa Nagan Raya berharap Ketua Umum DPP Partai Aceh, H. Muzakir Manaf, dapat mempertimbangkan aspirasi basis ini. Tujuannya agar Partai Aceh tetap solid dan tidak terfragmentasi akibat kesalahan penempatan figur kepemimpinan di tingkat kabupaten, tutupnya.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar