Jakarta, HARIANREPORTASE.com — Dari jumlah 303.067 dosen yang tercatat di Indonesia, baru 25% dosen yang telah menyelesaikan S3 atau bergelar doktor, sementara 75% lainnya belum menyelesaikan S3.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, di acara pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan para rektor perguruan tinggi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (13/3/2025).
“Total mahasiswa aktif mencapai 9,967 juta dan total dosen mencapai 303.067 dosen. Kami kemarin mengecek data bahwa dosen yang sudah lulus doktor itu baru 25 persen,” kata Brian, dikutip CNN, Jum’at (14/3/2025).
Brian mengatakan, pihaknya akan mendorong sekaligus mengupayakan beasiswa untuk para dosen yang belum lulus S3 dan program beasiswa S3 untuk dosen itu akan diadakan mulai tahun ini.
“Salah satu program yang akan dijalankan mulai tahun ini adalah bagaimana kita mengajak atau memberikan dorongan atau beasiswa kepada dosen-dosen yang belum S3,” ujarnya.
Ia berharap dengan program itu, para dosen bisa bekerja maksimal dan dapat menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul dan berkualifikasi.
“Sehingga kapasitas mereka menjadi lebih baik dan pada akhirnya bisa bekerja lebih memenuhi kualifikasi dan akhirnya bisa menghasilkan mahasiswa yang berkualifikasi,” ucapnya.
Brian turut melaporkan total dana riset yang dialokasikan lebih dari Rp2 triliun yang bersumber dari APBN, LPDP, serta berbagai kerja sama industri.
Ia juga merinci alokasi gaji dan tunjangan para dosen berjumlah Rp18,7 triliun untuk 303 ribu lebih dosen.
Selain itu, kata dia, pemerintah telah menganggarkan Rp15,43 triliun untuk beasiswa yang diterima sebanyak 1.062.364 mahasiswa di tahun ini.
Brian juga melaporkan, Kemendikti segera membentuk program Sekolah Unggulan Garuda yang digagas Presiden Prabowo.
“Tahun ini Sekolah Garuda akan hadir di empat lokasi sebagai pusat pengembangan bakat terbaik bangsa,” kata Brian.
“Kami mengajak seluruh pimpinan perguruan tinggi yang hadir hari ini untuk menjadikan pertemuan ini sebagai titik tolak bagi kolaborasi kerjasama yang lebih erat,” tambahnya.
Semoga bantuan beasiswa akan mendorong para dosen untuk menyelesaikan s3.