Aceh Timur, HARIANREPORTASE.com – Harapan masyarakat Serbajadi Lokop untuk menikmati akses jalan yang layak seolah pupus. Jalan Peureulak – Lokop, yang baru selesai dibangun tiga tahun lalu melalui proyek multiyears dengan anggaran ratusan miliar rupiah, kini kembali rusak parah.
Lubang menganga di badan jalan, saluran air tersumbat, hingga semak belukar yang menutup kiri kanan aspal membuat jalur tersebut rawan kecelakaan.
Tokoh masyarakat Serbajadi, Bukhari Muslim, MH, dengan nada prihatin menyampaikan keluhan warga.
“Sangat tidak wajar, jalan yang menelan anggaran besar dan baru selesai 2022 sudah hancur seperti ini. Air tumpah ke badan jalan karena saluran tersumbat, sementara jalan semakin menyempit akibat semak belukar. Ini membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.
Menurut Bukhari, kondisi jalan yang memprihatinkan ini tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi keselamatan masyarakat. Apalagi dengan intensitas hujan yang tinggi, risiko banjir dan longsor di badan jalan semakin besar.
Masyarakat berharap Pemerintah Aceh segera turun tangan melakukan peninjauan, perbaikan, dan perawatan rutin.
“Kalau tidak segera ditangani, kerusakan akan semakin parah dan korban jiwa bisa saja terjadi. Kami tidak ingin menunggu sampai ada yang celaka baru diperhatikan,” tambahnya.
Kini, setiap perjalanan di jalur Peureulak – Lokop terasa penuh kecemasan. Jalan yang seharusnya menjadi urat nadi penghubung ekonomi dan sosial justru berubah menjadi ancaman. Warga pun hanya bisa berharap suara mereka didengar, agar pembangunan yang sudah menelan biaya besar tidak berakhir sia-sia.






