Empat jembatan yang dibangun dalam enam bulan kepemimpinan Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menjadi saksi nyata perubahan yang dinanti warga.
Aceh Timur, HARIANREPORTASE.com – Pagi itu, suara riuh anak-anak sekolah terdengar dari arah Gampong Seuneubok Aceh. Dengan seragam sederhana dan tas di pundak, mereka kini bisa melangkah mantap menyeberangi jembatan baru yang kokoh. Tak ada lagi rasa cemas yang dulu selalu menghantui saat harus melewati jembatan tua yang rapuh dan nyaris ambruk.
Senja lain menyaksikan hal serupa di Dama Tutong, Pantai Pelangi, dan Ranto Peureulak. Empat jembatan yang dibangun dalam enam bulan kepemimpinan Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menjadi saksi nyata perubahan yang dinanti warga.
“Empat jembatan ini kita bangun karena sifatnya sangat urgent. Selain memperlancar akses warga, juga memudahkan anak-anak menuju sekolah dengan aman,” ujar Al-Farlaky ketika meninjau jembatan yang rampung di Seuneubok Aceh, Rabu (1/10/2025).
Mendengar dari Gampong
Tak lahir dari wacana semata, pembangunan ini bermula dari perjalanan seorang pemimpin yang memilih menapaki jalan-jalan kecil di pelosok gampong. Al-Farlaky mendengar langsung keluh kesah warga—tentang jembatan rusak, jalan berlubang, hingga sulitnya akses menuju sekolah dan pasar.
Meski anggaran daerah tengah ketat, ia menegaskan bahwa kebutuhan mendasar masyarakat tidak bisa menunggu terlalu lama.
“Enam bulan ini kita jajaki ke berbagai pelosok gampong, banyak sekali persoalan yang ditemukan. Saya mengambil langkah cepat untuk membangun infrastruktur jembatan yang rusak, meskipun anggaran kita terbatas,” ucapnya.
Harapan yang Bertahap
Empat jembatan yang berdiri kini hanyalah permulaan. Di balik senyum warga yang kini lebih lega, Al-Farlaky tak menutup mata bahwa masih banyak jalan dan fasilitas umum yang memerlukan sentuhan.
Ia meminta masyarakat bersabar, sebab pembangunan akan dilakukan secara bertahap.
“Banyak sekali jalan yang sudah rusak, jembatan, dan fasilitas umum lain yang perlu sentuhan pembangunan. Untuk itu kami akan berupaya melakukannya dengan bertahap,” jelasnya.
Menjemput Anggaran, Membangun Sinergi
Di tengah keterbatasan, Bupati Al-Farlaky berkomitmen mencari terobosan. Ia menegaskan akan menjemput sumber anggaran dari berbagai pintu: APBK, APBA, hingga APBN. Harapannya sederhana, agar denyut pembangunan di Aceh Timur tak pernah berhenti.
Namun baginya, kerja pemerintah tidak bisa berjalan sendiri.
“Tanpa dukungan semua pihak, tentu roda pemerintahan tidak bisa berjalan baik. Kita terbuka terhadap aspirasi masyarakat demi mewujudkan pembangunan Aceh Timur yang lebih maju,” pungkasnya.
Kini, empat jembatan baru bukan sekadar beton dan besi yang menghubungkan dua sisi desa.
Ia menjadi simbol dari sebuah tekad, bahwa pembangunan hadir untuk memberi harapan, menyatukan langkah, dan membuka jalan menuju masa depan Aceh Timur yang lebih baik.






