Kota Langsa, HARIANREPORTASE.com — Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Timur, Zulkhaidir, S.E., M.M., menunjukkan kepemimpinan responsif dengan turun langsung memimpin proses pembersihan dokumen pertanahan Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir.
Aksi ini berlangsung di Kantor Pertanahan Kota Langsa yang saat ini difungsikan sebagai lokasi kerja sementara selama masa tanggap darurat.
Di bawah arahan langsung Zulkhaidir, para pegawai bahu-membahu mengatasi kendala teknis yang muncul dalam proses penyelamatan dokumen. Tantangan utama datang dari lumpur pekat yang mulai mengering dan menyatu dengan kertas warkah, membuat setiap lembar dokumen berada dalam kondisi sangat rentan rusak.
Zulkhaidir secara langsung memberikan instruksi teknis kepada tim agar proses pembersihan dilakukan secara bertahap dan hati-hati, lembar demi lembar, guna menjaga integritas data yang terkandung di dalam dokumen tersebut. Tidak hanya mengarahkan, ia juga ikut terlibat dalam proses pemilahan dokumen yang masih dapat diselamatkan.
Menurutnya, percepatan pembersihan menjadi faktor krusial dalam upaya penyelamatan aset negara. “Semakin lama lumpur menempel pada dokumen, semakin besar risiko informasi di dalamnya hilang atau tidak terbaca,” ujarnya di sela kegiatan.
Penanganan dokumen pascabanjir memang membutuhkan kesabaran dan ketelitian ekstra, mengingat tekstur kertas yang mulai rapuh akibat terendam air. Kehadiran pimpinan di lapangan dinilai menjadi suntikan semangat tersendiri bagi para pegawai untuk menuntaskan misi kemanusiaan dan administrasi tersebut.
Upaya kolektif ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian ATR/BPN dalam menjaga tertib administrasi pertanahan serta memastikan kepastian hukum hak atas tanah masyarakat tetap terlindungi, meskipun dihadapkan pada situasi darurat akibat bencana alam.