Award Winners

Corong Relawan di Aceh Timur

Harian Reportase - Kamis, 22 Januari 2026
Corong Relawan di Aceh Timur
Maimunzir, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Bang Gaes. (Foto: Dokumen pribadi).  
Penulis
|
Bagikan:

Maimunzir, Jembatan Kebaikan dari Kampus ke Lokasi Bencana

HARIANREPORTASE.com — Di tengah rangkaian bencana yang silih berganti melanda Kabupaten Aceh Timur, satu nama kerap disebut oleh para relawan: Maimunzir, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Bang Gaes.

Ia bukan pejabat, bukan pula tokoh formal, namun kehadirannya menjadi simpul penting yang menghubungkan niat baik para relawan dengan warga yang membutuhkan bantuan.

Bang Gaes dikenal sebagai “corong relawan”—penghubung komunikasi dan koordinasi bagi siapa pun yang hendak melakukan kegiatan kemanusiaan di Aceh Timur. Setiap kali komunitas atau individu ingin menyalurkan bantuan, namanya hampir selalu muncul sebagai kontak awal.

Baca Juga:  Siapkan Ketersediaan SDM yang Berintegritas, Sekjen ATR/BPN Minta Dukungan Komisi II DPR RI dalam Transformasi STPN

Saat ini, Bang Gaes masih berstatus mahasiswa di Fakultas Sastra dan Bahasa Aceh, Universitas Bina Bangsa Getsampena (UBBG). Meski demikian, jejaring sosialnya terbilang luas.

Ia aktif sebagai seniman yang kerap tampil di berbagai panggung seni dan kegiatan sosial, membuatnya dikenal lintas komunitas, desa, hingga kecamatan.

Tak jarang, relawan dari luar daerah menghubunginya untuk meminta pendampingan langsung di lapangan. Bahkan, sebagian bantuan kerap dititipkan kepadanya untuk kemudian disalurkan ke lokasi-lokasi pengungsian.

“Banyak relawan dari luar mempercayakan saya untuk mendampingi mereka. Bahkan, tidak sedikit yang langsung menitipkan bantuan kepada saya untuk disalurkan ke lokasi pengungsian,” ujar Bang Gaes.

Baca Juga:  Pengurus OSDQA Perdana Dilantik

Kepercayaan tersebut tumbuh bukan tanpa alasan. Konsistensinya turun ke lapangan, kemampuannya membaca kebutuhan warga, serta jaringan lokal yang kuat membuat proses distribusi bantuan berjalan lebih cepat dan tepat sasaran. Dalam situasi darurat, keberadaan figur penghubung seperti Bang Gaes kerap menjadi faktor penentu kelancaran kerja-kerja kemanusiaan.

Namun, menurutnya, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan bantuan logistik. Ia menilai ada kebutuhan lain yang kerap luput dari perhatian, seperti luka psikologis, trauma pada anak-anak, serta beban berat yang dipikul para perempuan di pengungsian.

Baca Juga:  Telan Milliaran Anggaran Desa, Kasus Bimtek Aceh Timur Akan Dibawa Kejalur Hukum

Ia pun berharap ke depan semakin banyak relawan, khususnya dari kalangan mahasiswa, yang terlibat aktif dalam kegiatan kemanusiaan.

“Saya berharap banyak mahasiswa mau turun langsung membantu membersihkan rumah warga yang tertimbun longsor, serta membuat kegiatan psikososial bagi perempuan dan anak-anak korban bencana,” tuturnya.

Di balik kesederhanaannya, Bang Gaes menjadi bukti bahwa peran kemanusiaan tidak selalu harus besar dan formal. Terkadang, cukup dengan menjadi jembatan kebaikan—menghubungkan niat tulus dengan mereka yang paling membutuhkan.

Bagikan:

1 Komentar pada “Corong Relawan di Aceh Timur”

  1. Putra berkata:

    Alhamdulillah semakin banyak relawan dan partisipasi masyarakat dlm proses pemulihan ekonomi dan trauma pasca banjir di harapkan masyarakat Aceh Sumatera cepat bangkit dan kehidupan mereka segera normal kembali.. semoga partisipasi dunia internasional juga segera mengalir ke Aceh Sumatera.

Tinggalkan Komentar