Award Winners

DSI Aceh Percepat Transformasi Digital Data Masjid melalui Bimtek SIMASA

Harian Reportase - Selasa, 21 April 2026
DSI Aceh Percepat Transformasi Digital Data Masjid melalui Bimtek SIMASA
  Harian Reportase
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Banda Aceh, Harian Reportase – Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan tata kelola data masjid dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Informasi Manajemen Masjid Aceh (SIMASA). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 21–23 April 2026, di Banda Aceh, dan diikuti oleh para admin SIMASA dari seluruh kabupaten/kota di Aceh.

SIMASA merupakan aplikasi berbasis digital yang dikembangkan untuk mendukung proses pendataan, verifikasi, serta pemutakhiran informasi masjid dan meunasah secara terintegrasi. Kehadiran sistem ini diharapkan mampu menghadirkan transparansi dan akurasi data, khususnya dalam mendukung penyaluran bantuan sarana peribadatan oleh Pemerintah Aceh.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Marzuki, S.Ag., M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa peran admin SIMASA sangat strategis sebagai ujung tombak keberhasilan sistem tersebut. Ia mengingatkan bahwa sejak masa Nabi Muhammad SAW, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat aktivitas sosial dan informasi umat.

Baca Juga:  Warga Indra Makmu, Aceh Timur Jadi Korban Perampokan

“Masjid memiliki peran yang sangat luas, bahkan menjadi pusat pengambilan keputusan penting. Karena itu, data yang akurat tentang masjid menjadi hal yang sangat krusial,” ujar Marzuki.

Ia menambahkan, SIMASA bukan sekadar aplikasi, melainkan instrumen penting untuk memastikan seluruh data masjid di Aceh terkelola dengan baik, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan. Oleh sebab itu, kemampuan admin dalam melakukan input data, pembaruan, hingga verifikasi lapangan menjadi aspek yang sangat penting.

Bimtek ini dirancang secara komprehensif dengan menghadirkan narasumber dari Tim IT Pemerintah Aceh serta tim pengembang aplikasi. Para peserta dibekali materi mulai dari pengenalan sistem, tata cara pengisian dan pembaruan data, hingga teknik verifikasi faktual di lapangan.

Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah praktik langsung penggunaan teknologi GPS untuk menentukan titik koordinat lokasi masjid dan meunasah. Dalam sesi ini, peserta melakukan simulasi verifikasi ke sejumlah lokasi, sehingga dapat memahami secara langsung penerapan teknis di lapangan.

Baca Juga:  Daftar Kuota Haji 2023 Tiap Provinsi, Berikut Sebaran dan Ketentuannya

Selain itu, peserta juga dilatih menyusun laporan hasil verifikasi faktual yang menjadi salah satu syarat penting dalam pengusulan bantuan sarana peribadatan.

Kepala Bidang Peribadatan, Syiar Islam, dan Pengembangan Sarana Keagamaan, Teuku Kamaluddin, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa melalui pelatihan ini, para admin diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mendukung transformasi digital layanan publik di bidang keagamaan.

“Ke depan, kami menargetkan seluruh data masjid di Aceh dapat diakses dengan cepat dan mudah. Ini akan sangat membantu pemerintah dalam menyusun program pembangunan yang berbasis data akurat,” jelasnya.

Para peserta menyambut baik pelaksanaan Bimtek ini. Mereka menilai pelatihan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang sangat dibutuhkan dalam pengelolaan SIMASA.

Baca Juga:  Cek Biaya Balik Nama Tanah Kini Bisa Lewat Aplikasi Sentuh Tanahku

Anwar, admin SIMASA dari Kabupaten Pidie, mengaku pelatihan ini sangat membantu dalam memahami penggunaan aplikasi sekaligus pemanfaatan teknologi GPS untuk memastikan validitas data.

“Selama ini kami kesulitan karena data belum terintegrasi. Dengan pelatihan ini, kami jadi lebih siap mengelola data secara akurat sesuai kondisi di lapangan,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Muslimah, peserta dari Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Ia menilai kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis, tetapi juga memperkuat jejaring komunikasi antar admin se-Aceh.

“Kami bisa saling berbagi pengalaman dan solusi. Ini sangat membantu ketika menghadapi kendala di daerah masing-masing,” ujarnya.

Melalui pelaksanaan Bimtek ini, Dinas Syariat Islam Aceh optimistis pengelolaan data sarana peribadatan akan semakin tertib, transparan, dan selaras dengan semangat digitalisasi layanan publik yang terus didorong oleh Pemerintah Aceh.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar