Award Winners

Buka Musrenbang Aceh 2027, Mualem Sebut Pemulihan Pascabencana Butuh Bantuan Besar Pemerintah Pusat

Harian Reportase - Jumat, 24 April 2026
Buka Musrenbang Aceh 2027, Mualem Sebut Pemulihan Pascabencana Butuh Bantuan Besar Pemerintah Pusat
  Harian Reportase
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Banda Aceh, Harian Reportase – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem, membuka Musrenbang RKPA 2027 di Anjong Mon Mata, Komplek Meuligoe Gubernur Aceh, Kamis (23/04/2026).

Kegiatan yang digelar Pemerintah Aceh melalui Bappeda Aceh ini diikuti pejabat dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah pusat seperti Kemendagri, Bappenas, dan DPR RI, hingga unsur daerah seperti Forkopimda Aceh, DPR Aceh, Sekda Aceh, kepala SKPA, bupati/wali kota, LSM, serta pers.

Dalam forum tersebut, Mualem menyampaikan bahwa RKPA merupakan forum untuk menyelaraskan rencana pembangunan Aceh dengan program nasional, agar kebijakan yang dirumuskan tepat sasaran dan berdampak langsung pada masyarakat.

Baca Juga:  Beasiswa Creativa Untuk Siswa SMA sampai S2, Berikut Syaratnya

Mualem menyebut tema pembangunan tahun ini adalah “Percepatan Pemulihan Pascabencana melalui Pembangunan yang Tangguh dan Berkelanjutan”, seraya berharap adanya dukungan penuh dari pemerintah pusat.

Menurutnya, Aceh membutuhkan anggaran sekitar Rp40 triliun untuk pemulihan. Namun, anggaran yang tersedia saat ini belum mampu mendukung pemulihan secara menyeluruh.

“Semua unsur yang hadir hari ini, mari kita pikirkan cara terbaik untuk menyelesaikan masalah Aceh,” ujar Mualem.

Mualem juga menyoroti dampak banjir yang menyebabkan meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran di Aceh. Untuk itu, ia berharap adanya bantuan lebih luas dari pemerintah pusat.

Baca Juga:  Tim Basket Bhayangkara Brimob Raih Juara 1 Ajang Turnamen Kasau Cup 2026 Basketball

Saat ini, bantuan pusat dinilai masih terbatas pada kebutuhan dasar masyarakat seperti sandang dan pangan. Sementara untuk rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur seperti jembatan dan jalan, menurutnya, belum tersentuh.

Mualem mengungkapkan, di sejumlah wilayah pedalaman masih terdapat masyarakat yang harus menggunakan rakit untuk menyeberangi sungai.

Ia berharap pada tahun ini terjadi perubahan signifikan dalam upaya pemulihan.

“Semuanya pasti tahu kondisi ini, dan kita harap bisa berubah secepat mungkin,” kata Mualem.

Selain itu, ia juga menyoroti kondisi lingkungan, khususnya sungai yang mulai melebar dan kuala di kawasan pesisir yang belum tertangani dengan baik.

Menurutnya, jika kuala di tepi laut tidak segera dibenahi, hal itu akan menjadi ancaman serius karena aliran air dari gunung tersumbat dan tidak dapat mengalir ke laut.

Baca Juga:  Muhammad (SAW), Sang Mutiara

Kondisi tersebut juga berdampak pada aktivitas nelayan yang harus menunggu air pasang untuk melaut.

Mualem menambahkan, pihaknya telah berupaya keras mendapatkan izin dari pemerintah pusat untuk melakukan pengerukan kuala. Jika tidak segera ditangani, banjir di masa mendatang berpotensi menimbulkan dampak yang lebih parah.

Untuk itu, Pemerintah Aceh meminta dukungan dari Kementerian Kelautan agar persoalan tersebut dapat segera ditangani guna mencegah terjadinya bencana yang lebih besar.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar