Aceh Tengah, Harian Reportase – Persaingan usaha kuliner yang semakin ketat menuntut pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) tidak hanya mengandalkan cita rasa. Kreativitas, kualitas produk, kemasan, pelayanan, strategi pemasaran hingga legalitas menjadi bagian penting agar usaha mampu bertahan, berkembang dan memiliki daya saing.
Hal tersebut menjadi perhatian Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Aceh dalam mendorong pelaku UMKM, khususnya sektor kuliner di Kabupaten Aceh Tengah, untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas usahanya.
Upaya itu diwujudkan melalui Pelatihan Pengembangan SDM Pelaku Usaha Kuliner Kabupaten Aceh Tengah yang digelar di Takengon, Aceh Tengah, pada 5 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti 90 pelaku UMKM dari daratan Gayo.
Pelatihan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan teknis dalam mengolah produk, tetapi juga memperkuat pemahaman peserta mengenai pengelolaan bisnis, pemasaran, kemasan, pelayanan konsumen, legalitas serta kemampuan membaca peluang pasar.
Perwakilan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Aceh, Saiful Bahri, SE, MM, yang juga Pejabat Fungsional Pengembang Kewirausahaan Ahli Madya, mengatakan penguatan sektor usaha mikro menjadi salah satu langkah penting dalam membantu masyarakat memulihkan perekonomian setelah bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh Tengah.
“Penguatan kapasitas pelaku usaha menjadi bagian penting untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat. Kami ingin pelaku UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga bangkit dan mengembangkan usahanya,” ujar Saiful Bahri.
Menurutnya, sektor kuliner memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Namun, potensi tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia serta kemampuan pelaku usaha dalam mengikuti perubahan dan dinamika pasar.
Melalui pelatihan tersebut, peserta memperoleh pengalaman dan wawasan praktis mengenai berbagai aspek yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha secara lebih profesional.
Materi yang diberikan mencakup peningkatan kualitas produk, strategi pemasaran, desain dan kualitas kemasan, pelayanan kepada konsumen, hingga kemampuan membaca tren dan peluang pasar.
Peserta juga diberikan pemahaman bahwa keberhasilan sebuah produk tidak hanya ditentukan oleh rasa, tetapi juga bagaimana produk dikemas, dipromosikan, dipasarkan serta mampu membangun kepercayaan konsumen.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Aceh Tengah, Mawardi Munthe, ST, MT.
Sejumlah narasumber turut dihadirkan untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai berbagai aspek pengembangan usaha. Di antaranya dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Dr. Alfirdaus Putra, SHI, MH, Penata Perizinan Ahli Muda DPMTSP Aceh Tengah, Ayun Dasri, S.STP, serta pemateri dari kalangan pelaku usaha, termasuk Owner PT Rayeuk Aceh Utama, Yuliana, S.Kom.
Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah mengenai legalitas usaha, khususnya Nomor Induk Berusaha (NIB).
Legalitas dinilai menjadi fondasi penting bagi pelaku UMKM dalam menjalankan dan mengembangkan usaha secara lebih terarah. Dengan legalitas yang lengkap, pelaku usaha juga memiliki peluang lebih besar untuk mengakses pembiayaan, membangun kemitraan serta mengikuti berbagai program fasilitasi pemerintah.
Selain legalitas usaha, peserta mendapatkan pemahaman mengenai sertifikasi halal yang menjadi bagian penting bagi pelaku usaha kuliner.
Sertifikasi halal tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan ketentuan, tetapi juga dapat menjadi nilai tambah dalam membangun rasa aman dan kepercayaan konsumen terhadap produk yang ditawarkan.
Dengan peningkatan kualitas produk, kemasan yang lebih menarik, pelayanan yang baik, legalitas yang lengkap serta sertifikasi pendukung, pelaku UMKM diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan nilai jual produknya.
Diskop UKM Aceh berharap pelatihan tersebut menjadi momentum bagi pelaku usaha kuliner Aceh Tengah untuk tidak berhenti pada tahap bertahan setelah menghadapi dampak bencana, tetapi mulai berani melakukan inovasi dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Para pelaku UMKM juga diharapkan semakin percaya diri dalam membaca perubahan selera konsumen, memanfaatkan perkembangan pasar dan teknologi pemasaran, serta menciptakan produk yang memiliki keunggulan dan daya saing.
Dengan demikian, sektor UMKM tidak hanya menjadi penopang ekonomi keluarga, tetapi juga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pemulihan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Aceh Tengah.