Award Winners

Komunitas Ayah Pembelajar Launching Ruang Ayah di Banda Aceh, 100 Ayah Diajak Belajar Bersama Bangun Keluarga Tangguh

Harian Reportase - Senin, 19 Oktober 2026
Komunitas Ayah Pembelajar Launching Ruang Ayah di Banda Aceh, 100 Ayah Diajak Belajar Bersama Bangun Keluarga Tangguh
ISI TALKSHOW – Tokoh nasional praktisi keayahan dan pengasuhan sekaligus konsultan keluarga, Ayah Irwan Rinaldi mengisi talkshow saat launching Ruang Ayah di Tropicollo, Banda Aceh, Minggu (18/10/2026) malam. Kegiatan yang diinisiasi Komunitas Ayah Pembelajar bekerja sama dengan Yayasan Wakaf Nurul Islah itu diikuti sebanyak 100 ayah dari Banda Aceh dan Aceh Besar.  
Penulis
|
Bagikan:

Banda Aceh, HARIANREPORTASE.com – Komunitas Ayah Pembelajar menggelar peluncuran atau launching Ruang Ayah di Tropicollo, Banda Aceh, Minggu (18/10/2026) malam.

Kegiatan yang diinisiasi Komunitas Ayah Pembelajar bekerja sama dengan Yayasan Wakaf Nurul Islah itu diikuti sebanyak 100 ayah dari Banda Aceh dan Aceh Besar.

Kolaborasi Komunitas Ayah Pembelajar dan Yayasan Wakaf Nurul Islah diharapkan mampu memperluas manfaat Ruang Ayah bagi masyarakat. Lebih dari sekadar komunitas, Ruang Ayah diharapkan menjadi gerakan bersama untuk memperkuat peran ayah dalam keluarga sekaligus mendukung tumbuhnya generasi masa depan yang lebih baik.

Inisiator Ruang Ayah, Fatharaz Zikir mengatakan kehadiran Ruang Ayah menjadi upaya dalam membangun komunitas pembelajaran bagi para ayah untuk memperkuat peran dalam pengasuhan anak dan membangun keluarga yang tangguh.

“Wadah ini dirancang sebagai ruang belajar berkelanjutan bagi para ayah untuk berbagi pengalaman dan saling menguatkan. Selain itu juga untuk meningkatkan kapasitas diri dalam menjalankan peran dan tanggung jawab di tengah keluarga,” kata Fatharaz Zikir.

Baca Juga:  Dayah Terpadu Darul Ulum Banda Aceh Kembali Ukir Prestasi di RIAB Fair 2025

Ia menambahkan kehadiran komunitas tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun budaya belajar di kalangan ayah, terutama dalam menghadapi beragam tantangan pengasuhan dan dinamika kehidupan keluarga.

Menurut Fatharaz, menjadi ayah merupakan proses pembelajaran yang tidak berhenti pada satu tahap kehidupan. Karena itu, para ayah membutuhkan ruang untuk bertukar pengalaman, mendiskusikan persoalan keluarga, dan menemukan cara yang lebih baik dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Melalui Ruang Ayah, ia berharap para ayah tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga saling memberikan dukungan untuk terus memperbaiki diri dan menerapkan pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:  Auzan, Kisah Anak Tukang Jahit Juarai MHQ Internasional di Arab Saudi

“Ruang Ayah diharapkan menjadi tempat bagi para ayah untuk belajar bersama, saling menguatkan, dan bertumbuh. Kita ingin membangun kesadaran bahwa menjadi ayah yang baik bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga tentang kehadiran, keteladanan, dan keterlibatan dalam pengasuhan anak,” kata Fatharaz Zikir.

Peluncuran Ruang Ayah turut diisi dengan talkshow bersama Ayah Irwan Rinaldi, tokoh nasional praktisi keayahan dan pengasuhan sekaligus konsultan keluarga. Diskusi berlangsung antusias, mencerminkan besarnya perhatian peserta terhadap pentingnya meningkatkan kapasitas diri sebagai ayah di tengah tantangan kehidupan keluarga modern.

Dalam pemaparannya, Ayah Irwan Rinaldi menekankan bahwa peran ayah tidak semestinya dipahami sebatas pencari nafkah. Ayah juga memiliki tanggung jawab untuk hadir secara emosional, mendampingi tumbuh kembang anak, membangun komunikasi yang sehat, serta memberikan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:  Dapat Izin Tambang dari Jokowi, Berikut Daftar Ormas Keagamaan RI

“Keterlibatan ayah dalam keluarga sangat penting untuk membangun hubungan yang hangat dan mendukung perkembangan anak. Karena itu, para ayah perlu terus belajar memahami kebutuhan anak, memperbaiki pola komunikasi, dan membangun kedekatan yang bermakna dengan seluruh anggota keluarga,”kata Ayah Irwan Rinaldi.

Ia juga menekankan bahwa menjadi ayah yang hebat bukan berarti harus mengetahui segala hal atau selalu memiliki jawaban atas setiap persoalan. Hal terpenting adalah kesediaan untuk terus belajar, melakukan evaluasi diri, dan bertumbuh bersama keluarga.

“Semangat tersebut sejalan dengan tujuan Ruang Ayah untuk menghadirkan lingkungan belajar yang terbuka dan saling mendukung. Melalui pertemuan dan kegiatan pembelajaran secara berkelanjutan, para ayah diharapkan dapat saling berbagi praktik baik dalam pengasuhan serta membangun keluarga yang lebih harmonis dan berkualitas,” pungkasnya.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar