Award Winners

Jalan Peureulak–Lokop Segmen II Rusak Parah, Warga Serbajadi Desak Gubernur Aceh Segera Bertindak

Harian Reportase - Selasa, 27 Oktober 2026
Jalan Peureulak–Lokop Segmen II Rusak Parah, Warga Serbajadi Desak Gubernur Aceh Segera Bertindak
Kondisi Jalan Peureulak–Lokop Segmen II, Kabupaten Aceh Timur, mengalami kerusakan di sejumlah titik hingga terputusnya akses jalan sepanjang kurang lebih 60 meter di STA 73, Dusun Cane, Desa Rampah, Kecamatan Serbajadi.  
Penulis
|
Bagikan:

Serbajadi, HARIANREPORTASE.com – Kondisi Jalan Peureulak–Lokop Segmen II, Kabupaten Aceh Timur, kian memprihatinkan. Kerusakan badan jalan di sejumlah titik hingga terputusnya akses jalan sepanjang kurang lebih 60 meter di STA 73, Dusun Cane, Desa Rampah, Kecamatan Serbajadi, menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan sekaligus menyulitkan aktivitas masyarakat setempat.

Masyarakat Serbajadi dan Lokop mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah dengan sedikitnya 19 titik kerusakan berupa badan jalan ambles dan lubang-lubang dalam yang membahayakan pengendara.

Kondisi tersebut membuat perjalanan di jalur penghubung Peureulak–Lokop menjadi penuh risiko, terutama bagi kendaraan roda empat, roda enam, dan kendaraan lainnya yang melintas setiap hari.

Kerusakan paling serius terjadi di STA 73, Dusun Cane, Desa Rampah, Kecamatan Serbajadi. Pada lokasi tersebut, badan jalan terputus total akibat abrasi yang menghanyutkan badan jalan pada saat banjir bandang pada 26 November 2025. Hingga kini, menurut keterangan masyarakat, kerusakan tersebut belum mendapatkan penanganan permanen.

Terputusnya badan jalan membuat masyarakat terpaksa menggunakan jalur darurat yang dibangun di atas tanah milik warga setempat, yakni Sudirman dan Banta, yang berada di Desa Rampah, Kecamatan Serbajadi.

Baca Juga:  Kapolri Pastikan Tindaklanjuti Dugaan Penyelewengan Dana PON 2024

Pengguna Jalan Harus Membayar untuk Melintasi Jalur Darurat

Selain menghadapi risiko keselamatan akibat kondisi jalan yang rusak, masyarakat juga mengeluhkan biaya yang harus dikeluarkan untuk melewati jalur darurat tersebut.

Berdasarkan keterangan masyarakat, kendaraan roda empat dikenakan biaya sebesar Rp5.000 sekali melintas, sedangkan kendaraan roda enam dan kendaraan yang lebih besar dikenakan biaya Rp10.000 sekali melintas. Pembayaran dilakukan kepada penjaga palang yang dipasang di jalur darurat tersebut.

Ketentuan pembayaran berlaku bagi kendaraan yang melintas dari arah Peureulak menuju Lokop maupun sebaliknya. Akibatnya, masyarakat yang memiliki keperluan bolak-balik hingga lima kali dalam sehari harus menanggung biaya tambahan yang tidak sedikit.

Kondisi ini semakin menambah beban masyarakat, terutama mereka yang setiap hari bergantung pada jalur tersebut untuk bekerja, menjalankan usaha, mengangkut barang, serta memenuhi berbagai kebutuhan lainnya.

Bagi warga, persoalan ini bukan sekadar menyangkut kenyamanan perjalanan, melainkan juga aksesibilitas, keselamatan, dan beban ekonomi masyarakat yang selama ini menggantungkan aktivitasnya pada jalur Peureulak–Lokop.

Masyarakat Surati Gubernur Aceh

Baca Juga:  Hari Kedua, Pemuda Terujak yang Hilang di Sungai Lokop Belum Ditemukan

Menyikapi kondisi tersebut, masyarakat Serbajadi dan Lokop menyampaikan keluhan sekaligus permohonan kepada Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf, agar segera memberikan perhatian serius terhadap kerusakan Jalan Peureulak–Lokop Segmen II.

Koordinator masyarakat serbajadi, Bukhari Muslim, MH melalui pesan WhatsApp yang diterima Harianreportase.com, Selasa (27/10/2026), menyampaikan bahwa pihaknya memohon kepada Gubernur Aceh agar menegaskan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh untuk mempercepat penanganan dan perbaikan jalan tersebut.

Masyarakat secara khusus meminta agar badan jalan yang terputus di STA 73, Dusun Cane, Desa Rampah, Kecamatan Serbajadi, menjadi prioritas penanganan. Pasalnya, lokasi tersebut merupakan titik kritis yang berdampak langsung terhadap kelancaran mobilitas warga dan pengguna jalan lainnya.

Warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan penanganan sementara, tetapi juga segera merealisasikan perbaikan permanen agar akses transportasi Peureulak–Lokop dapat kembali berfungsi dengan aman dan lancar.

Keselamatan dan Akses Ekonomi Masyarakat Dipertaruhkan

Masyarakat menilai, kerusakan Jalan Peureulak–Lokop Segmen II tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Selain mengancam keselamatan pengguna jalan, kondisi tersebut berpotensi menghambat aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di Kecamatan Serbajadi dan kawasan Lokop.

Baca Juga:  RDP dengan Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Progres Pendaftaran Tanah Capai 98%

Jalan tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Karena itu, perbaikan badan jalan yang rusak dan terputus dinilai mendesak demi menjamin kelancaran transportasi serta mengurangi beban yang selama ini harus ditanggung warga.

Masyarakat Serbajadi dan Lokop berharap Gubernur Aceh beserta jajaran terkait dapat segera turun tangan, melakukan peninjauan lapangan, dan mengambil langkah konkret untuk mempercepat pembangunan kembali badan jalan yang terputus.

Permohonan tersebut menjadi suara masyarakat yang menginginkan akses jalan yang layak, aman, dan dapat digunakan tanpa harus menghadapi ancaman kerusakan jalan maupun biaya tambahan akibat terputusnya jalur utama.

Masyarakat pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Aceh apabila aspirasi tersebut mendapat perhatian dan ditindaklanjuti melalui langkah nyata.

“Kami sangat berharap Pemerintah Aceh segera mengambil tindakan nyata untuk memperbaiki Jalan Peureulak–Lokop Segmen II, khususnya di STA 73, Dusun Cane, Desa Rampah. Jangan sampai masyarakat terus-menerus menanggung risiko keselamatan dan beban biaya akibat terputusnya akses jalan ini,” demikian harapan yang disampaikan dalam surat aspirasi masyarakat Serbajadi/Lokop.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar