Award Winners

Anak Anak Cuci Darah di RSCM Viral Dimedsos, Berikut Penjelasan Ikatan Dokter Anak

Harian Reportase - Kamis, 25 Juli 2024
Anak Anak Cuci Darah di RSCM Viral Dimedsos, Berikut Penjelasan Ikatan Dokter Anak
Foto : Ilustrasi (Doc: Istimewa)  
Penulis
|
Bagikan:

Jakarta, HARIANREPORTASE.com — Banyaknya anak anak yang melakukan cuci darah di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, viral di media sosial.

Hal ini pun membuat masyarakat resah dan kaget, mengingat kondisi gagal ginjal yang membuat seseorang harus cuci darah umumnya dialami oleh orang dewasa.

Berikut Penjelasan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)

Dilansir dari CNBC, Kamis (25/7/2024), Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim Basarah Yanuarso mengatakan setidaknya 1 dari 5 anak Indonesia berusia 12-18 tahun berpotensi mengalami kerusakan ginjal. Penyebabnya adalah gaya hidup mereka yang kurang sehat.

Baca Juga:  PNS dan Karyawan BUMN Dilarang Menggunakan iPhone

Melalui survei yang dilakukan IDAI ditemukan kondisi hematuria dan proteinuria pada urine anak-anak, yakni adanya darah dan protein dalam air kencing mereka.

“Salah satu pakar ginjal IDAI bikin survei di anak-anak remaja usia 12-18 tahun. Ternyata 1 dari 5 anak remaja itu dicek urinenya terdapat hematuria dan proteinuria. Jadi ada darah dan protein dalam urine,” kata dr Piprim saat ditemui di Kantor IDAI, Selasa (23/7/2024).

“Ini salah satu indikator awal kerusakan ginjal. Ini menunjukkan gaya hidup anak-anak kita usia 12-18 tahun ini sangat memprihatinkan. Pola makannya, pola geraknya, pola tidurnya sering begadang, dan malas gerak olahraga,” sambungnya.

Baca Juga:  Syarat Seseorang Mendapat Gelar Doktor Kehormatan

dr Piprim menekankan pola makan dan minum anak-anak yang saat ini terbilang kurang baik. Menurutnya, anak-anak saat ini masih suka mengonsumsi makanan atau minuman yang manis-manis.

“Tidak bisa dipungkiri sekarang kejadian obesitas meningkat pada anak-anak. Sekitar 80 persen anak diabetes (tipe 2) itu disertai obesitas. Ini pangkal mula dari segala penyakit termasuk penyakit ginjal,” katanya.

dr Piprim mengimbau para orang tua untuk lebih mengawasi anak-anak. Mulai dari pola makan, pola gerak, hingga pola tidur mereka.

Baca Juga:  26 Mahasantri Angkatan VIII ADI Dewan Dakwah Aceh Ikut Tasyakuran

“Banyak yang mesti diperhatikan. Misalnya olahraga yang aktif itu bagus buat semua organ tubuh anak, baik jantung, ginjal, dan sebagainya. Kedua minum air putih (yang cukup),” kata dr Piprim.

“Ketiga kurangi gula. Bukan hanya gula putih, tapi berbagai pemanis yang ada di minuman soft drink kita. Kalau kita masuk minimarket mungkin ada 100 macam minuman manis, ini nanti bisa ke obesitas, diabetes, dan ginjal,” tutupnya.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar