Award Winners

Catat Rekor Muri, Masak Bubur Asyura dengan Belanga Terbesar di Aceh

Harian Reportase - Senin, 15 Juli 2024
Catat Rekor Muri, Masak Bubur Asyura dengan Belanga Terbesar di Aceh
  
Penulis
|
Bagikan:

Banda Aceh, HARIANREPORTASE.com – Memasak bubur atau kulak asyura dengan belanga terbesar di Indonesia meraih rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

Proses memasak bubur yang melibatkan masyarakat Banda Aceh ini dalam rangkaian kegiatan Sambot Muharram Raya, yang dilakukan di kawasan Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Sabtu (13/7/2024).

Senior Manager Muri (Museum Rekor Indonesia) Triono di Banda Aceh, Sabtu lalu mengatakan, pihaknya telah melakukan verifikasi sebuah kegiatan tradisi di tengah masyarakat Aceh dalam rangka menyambut bulan Muharram atau tahun baru Islam, yaitu proses memasak bubur asyura.

Baca Juga:  Kantor Hukum Nourman & Partner Layani Ribuan Konsultasi Hukum Gratis Sejak 2020

“Dan sesuatu yang sangat uniknya, yaitu belanga sangat besar, ukuran 2,5 meter, dan dalam catatan Muri, itu belum pernah ada,” kata Triono, seperti dikutip Kompas.

Triono mengatakan, rekor Muri yang terpecahkan tersebut dalam kategori memasak bubur Asyura di belanga terbesar dengan diameter 2,5 meter.

Ia juga mengukur secara langsung ukuran belanga tersebut di sela-sela para ibu-ibu dari Gampong Ie Masen Kayee Adang, Banda Aceh tersebut memasak.

Baca Juga:  Posko Pemenangan Tgk Irawan Abdullah Dilaunching

“Saat kami verifikasi ukurannya tidak boleh kurang,” ujarnya.

Penyerahan rekor Muri memasak bubur asyura di belanga terbesar itu diserahkan langsung oleh Triono kepada Kepala Bank Indonesia Aceh Rony Widijarto dan juga Pj Wali Kota Banda Aceh yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Banda Aceh Fadhil.

Sementara itu, Rony Widijarto mengatakan, BI sangat bersyukur dapat menyambut tahun baru Islam dengan menggelar Sambot Muharram Raya di Majid Raya Baiturrahman.

Baca Juga:  Masyarakat Bisa Urus Roya di Hari Pertama 2026: Terima Kasih Telah Memberikan Layanan di Hari Libur

Lazimnya di Aceh, kata Rony, secara khusus masyarakat menyambut bulan Muharram tersebut dengan memasak bubur Asyura, lalu bubur tersebut disajikan untuk disantap secara bersama-sama.

“Hari ini dimasak dengan belanga yang luar biasa besar. Ini jadi simbol untuk persatuan, membuat bubur secara bersama-sama yang kemudian akan dinikmati juga secara bersama-sama,” ujarnya.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar