Banda Aceh, HARIANREPORTASE.com – Kondisi Aceh yang kian terpuruk akibat kepungan banjir besar dalam beberapa waktu terakhir memicu reaksi keras dari kalangan akademisi.
Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Dr. Muhammad Ichsan, melalui keterangan tertulis kepada Harianreportase.com, Rabu (24/12/2025), mendesak Pemerintah Aceh untuk segera mengambil langkah diplomatis tingkat tinggi.
Ia meminta Gubernur Aceh dan Ketua DPRA untuk segera melayangkan surat resmi kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, guna menetapkan status Bencana Nasional bagi wilayah Aceh dan Sumatera.
Ancaman Kemiskinan, Kebodohan dan Kerugian Masif
Menurut Ichsan, banjir kali ini bukan sekadar siklus tahunan, melainkan ancaman nyata terhadap struktur ekonomi dan Pendidikan masyarakat Aceh. Data di lapangan menunjukkan dampak yang sangat memprihatinkan terhadap nyawa, harta benda, dan infrastruktur.
”Kerusakan infrastruktur jalan, jembatan, Lembaga Pendidikan hingga ribuan hektar sawah yang gagal panen akan secara langsung memicu lonjakan angka kemiskinan dan juga Kebodohan Masyarakat di Aceh. Masyarakat kehilangan aset produktif mereka dalam sekejap dan hilangnya tempat mereka Menimba Ilmu Pengetahuan,” ujar Ichsan
Berdasarkan laporan terkini, dampak bencana meliputi:
Korban Jiwa: Kehilangan nyawa warga yang terseret arus maupun terdampak penyakit pasca-banjir.
Harta Benda: Ribuan rumah terendam, ternak warga hanyut, dan kendaraan rusak total.
Infrastruktur: Jembatan putus dan akses jalan antar-kabupaten yang lumpuh, menghambat distribusi logistik.
Jeritan di Posko Pengungsian
Situasi di barak pengungsian dilaporkan masih jauh dari kata layak. Ichsan menyoroti nasib warga yang hingga kini masih bergelut dengan kelaparan dan kurangnya penanganan secara cepat.
”Banyak pengungsi masih mengalami kelaparan dan krisis air bersih. Gas LPG sulit didapat, bahkan di beberapa titik pengungsian, listrik masih padam total. Ini adalah keadaan darurat yang tidak bisa ditangani secara biasa-biasa saja,” tegasnya.
Meminta Keberanian Pemimpin Aceh
Ichsan meminta agar adanya keberanian politik dari Gubernur Aceh dan Ketua DPRA untuk menyuarakan aspirasi publik secara langsung ke Istana Negara.
”Kita butuh keberanian Gubernur dan Ketua DPRA untuk menyampaikan aspirasi rakyat. Segera surati Presiden Prabowo agar bencana Aceh ditetapkan sebagai Bencana Nasional. Dengan status tersebut, penanganan akan jauh lebih intensif, cepat, dan terukur karena melibatkan kekuatan penuh sumber daya pusat,” jelas akademisi UIN Ar-Raniry ini.
Buka Pintu untuk LSM Internasional dan Bantuan Asing
Lebih lanjut, ia menyarankan agar Pemerintah Pusat memberikan kelonggaran regulasi di masa darurat ini. Penetapan status bencana nasional diharapkan dapat diikuti dengan kebijakan yang mengizinkan organisasi kemanusiaan internasional (LSM/NGO Internasional) dan Negara Luar masuk ke Aceh dengan lebih leluasa.
”Kehadiran NGO internasional sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur dan bantuan kemanusiaan yang lebih masif. Demikian pula Bantuan Negara Asing. Rakyat Aceh butuh aksi nyata Untuk Terselamatkan nya generasi, bukan hanyasekadar janji-janji di mulut dan koordinasi di atas kertas,” pungkasnya