Award Winners

FGD Peureulak Raya Luncurkan Gerakan Beut Sambil Ngopi

Harian Reportase - Minggu, 21 Juni 2026
FGD Peureulak Raya Luncurkan Gerakan Beut Sambil Ngopi
  
Penulis
|
Bagikan:

Peureulak, HARIANREPORTASE.com – Forum Gabungan Dakwah (FGD) Peureulak Raya yang terdiri atas berbagai elemen masyarakat dan organisasi, seperti RAPI, HUDA, Oen Kupi, Forum Keuchik, APDESI, BMU, Peu Trang, Buana Group, Puja TV, dan Osgo Ponsel, menggelar kegiatan pengajian bertajuk “Beut Sambil Ngopi” di Warkop Oen Kupi, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Minggu (21/6/2026) malam.

Kegiatan yang memadukan suasana santai warung kopi dengan kajian keislaman tersebut akan digelar setiap satu bulan sekali, yakni minggu ke tiga.

Ratusan warga dari berbagai kalangan tampak antusias menghadiri pengajian perdana tersebut.

Acara dibuka oleh Ketua MPU Aceh Timur, Tgk. Thahir MD (Waled Thahir). Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa warung kopi tidak hanya menjadi tempat berkumpul dan menikmati kopi semata, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana menuntut ilmu agama.

“Yang kita lihat di media sosial seolah-olah warung hanya untuk ngopi. Padahal warung juga bisa digunakan untuk pengajian. Salah atau benarnya tergantung bagaimana kita memanfaatkannya,” ujar Waled Thahir.

Baca Juga:  Polisi Gagalkan Peredaran Ganja di Aceh Timur

Menurutnya, kegiatan pengajian seperti ini perlu terus dikembangkan dan diikuti oleh daerah-daerah lain di wilayah Peureulak maupun Aceh Timur secara umum.

Waled Thahir juga mengingatkan kembali posisi penting Peureulak dalam sejarah perkembangan Islam di Aceh. Ia menyebutkan bahwa Peureulak merupakan daerah awal masuknya Islam Asia Tenggara.

“Dalam berbagai catatan sejarah disebutkan bahwa kemajuan Islam di Aceh berawal dari Peureulak. Jika Peureulak maju, maka Aceh akan maju. Peureulak ibarat pondasi. Jika pondasi rusak, maka bangunan di atasnya juga akan rusak,” katanya.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali memperkuat pondasi awal tersebut melalui berbagai kegiatan keagamaan dan dakwah.

Sementara itu, tausiah perdana disampaikan oleh Ketua PW HUDA Aceh Timur, Tgk. Muchtar Ibrahim atau yang akrab disapa Abati Aramiyah.

Baca Juga:  Pengurus Daerah PGMNI Aceh Tamiang Resmi Dilantik

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan tentang sumber-sumber hukum dalam Islam yang menjadi pegangan umat.

Ia menyebutkan bahwa sumber hukum Islam terdiri dari Al-Qur’an, hadis, ijma ulama, dan qiyas.

Menurutnya, qiyas digunakan oleh para mujtahid untuk menetapkan hukum terhadap persoalan yang tidak ditemukan secara langsung dalam Al-Qur’an maupun hadis.

“Qiyas adalah metode yang digunakan para mujtahid seperti Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Hanafi dalam menggali hukum. Namun bagi masyarakat awam, hendaknya mengikuti penjelasan para ulama yang bersumber dari Al-Qur’an, hadis, dan kitab-kitab muktabar,” jelasnya.

Abati Aramiyah mengibaratkan qiyas seperti minyak yang masih berada di dalam tanah dan memerlukan kemampuan serta teknologi untuk mengolahnya. Sementara masyarakat umum cukup mengambil manfaat dari hasil olahan yang telah disediakan oleh ahlinya.

Baca Juga:  Para ASN Mulai Memburu Timses Pemenang Pilkada

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mempercayakan urusan hukum agama kepada para ulama dan guru yang memiliki kapasitas keilmuan yang memadai.

“Hukum agama tidak boleh hanya berdasarkan akal semata. Sebagaimana seorang tukang harus menggunakan alat ukur agar hasil pekerjaannya tepat, demikian pula dalam agama harus merujuk kepada kitab-kitab muktabar dan para ulama yang kompeten,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar umat Islam tidak mengambil referensi agama dari sumber yang tidak jelas karena dapat menimbulkan kesalahan pemahaman dan berpotensi menggiring umat kepada pemikiran yang menyimpang dari ajaran Islam yang telah diwariskan para ulama.

Kegiatan “Beut Sambil Ngopi” diharapkan menjadi agenda rutin yang mampu menghidupkan tradisi pengajian di tengah masyarakat serta menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain di Aceh Timur untuk menghadirkan dakwah yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar