Banda Aceh, HARIANREPORTASE.com – Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Aceh menggelar acara lepas sambut Kepala Kantor Wilayah dari Ir. Muhammad Shafik Ananta Inuman, S.T., M.U.M. kepada Dr. Arinaldi, S.SiT., S.H., M.M. di Aula Kanwil BPN Aceh, Kamis (16/10/2025) malam.
Acara berlangsung hangat dan penuh keakraban, dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, para mantan Kepala Kanwil BPN Aceh, Kepala Kantor Pertanahan se-Aceh, pejabat administrator dan pengawas, Ikawati BPN Aceh, serta tamu undangan.
Pemerintah Aceh diwakili oleh Plh. Kepala Dinas Pertanahan Aceh, Dr. M. Nizwar, S.H., M.H., yang hadir menyampaikan sambutan Gubernur Aceh Muzakir Manaf.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi dan penghargaan tinggi kepada Muhammad Shafik atas kinerja dan dedikasinya selama memimpin BPN Aceh.
“Bapak Shafik telah menunjukkan kepemimpinan yang visioner dan meninggalkan jejak prestasi nyata dalam pelayanan pertanahan di Aceh,” ujar Gubernur dalam sambutan tertulisnya.
Selama masa kepemimpinannya, BPN Aceh mencatat berbagai capaian strategis, di antaranya Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), percepatan digitalisasi layanan pertanahan, serta meraih penghargaan sebagai instansi dengan pelayanan terbaik dalam kategori sertipikat elektronik dan pengelolaan data pertanahan yang transparan dan akurat.
Selain itu, BPN Aceh juga menerima penghargaan “Taat Zakat” dari Baitul Mal Aceh, sebagai bentuk komitmen sosial dan integritas lembaga.
Dalam kesempatan itu, Muhammad Shafik menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran BPN Aceh atas dukungan dan kerja sama selama masa jabatannya.
“Bagi saya, BPN Aceh bukan sekadar tempat bertugas, tetapi keluarga dan rumah kedua yang penuh kebersamaan. Segala capaian adalah hasil kerja keras kita semua. Semoga semangat itu tetap terjaga di bawah kepemimpinan baru,” ungkapnya.
Sementara itu, Dr. Arinaldi dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan haru dapat kembali mengabdi di Tanah Rencong, tempat ia pernah bertugas di awal kariernya sebagai aparatur BPN.
“Saya kembali ke Aceh bukan hanya untuk melanjutkan tugas, tetapi juga untuk melanjutkan semangat dan cita-cita besar dalam menata pertanahan di Aceh,” ujarnya.
Sebelum dipercaya memimpin Kanwil BPN Aceh, Arinaldi menjabat sebagai Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, dan sebelumnya juga memimpin Kantor Pertanahan Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Berbekal pengalaman tersebut, ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program strategis nasional seperti PTSL, Redistribusi Tanah, Reforma Agraria, serta mempercepat digitalisasi pertanahan di seluruh Aceh.
“Visi kami adalah menjadikan BPN Aceh sebagai lembaga yang profesional, modern, dan berintegritas, dengan pelayanan yang cepat, mudah, dan transparan,” tegas Arinaldi.