Award Winners

Kolaborasi BSI–PNM: 300 Ribu Nasabah Ultra Mikro di Aceh Berpotensi Buka Rekening BSI

Harian Reportase - Jumat, 13 Februari 2026
Kolaborasi BSI–PNM: 300 Ribu Nasabah Ultra Mikro di Aceh Berpotensi Buka Rekening BSI
  Harian Reportase
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Jakarta, Harian Reportase – Setelah berhasil menumbuhkan sekitar 2 juta nasabah baru sepanjang 2025, Bank Syariah Indonesia (BSI) masih memiliki potensi penambahan nasabah pada 2026. Sedikitnya 300 ribu nasabah ultra mikro berpeluang membuka rekening tabungan BSI menyusul penandatanganan kerja sama kolaborasi dengan Permodalan Nasional Madani (PNM) di Jakarta.

Kerja sama ini dilakukan dalam rangka memperkuat inklusi keuangan syariah di segmen UMKM sekaligus mendukung pengembangan ekonomi inklusif. Kedua pihak sepakat dalam penyediaan dan pemanfaatan layanan jasa perbankan bagi nasabah. Pada tahap awal, BSI akan memfasilitasi layanan tabungan bagi sekitar 300 ribu UMKM ultra mikro di Provinsi Aceh.

Baca Juga:  Taruna/i STPN Bangga Ikut Berperan dalam Upacara Peringatan HANTARU 2025 di Kementerian ATR/BPN

Aceh dipilih sebagai wilayah implementasi awal sejalan dengan komitmen perseroan dalam memperkuat sistem keuangan syariah di daerah tersebut. BSI saat ini mendominasi perbankan syariah di Aceh sebagai bank syariah terbesar, sehingga kolaborasi ini menjadi kelanjutan upaya meningkatkan kapasitas dan kapabilitas UMKM yang terbukti berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, menyampaikan bahwa BSI serius mendorong peningkatan inklusi syariah yang dapat menjangkau seluruh segmen, termasuk UMKM.

“BSI serius mendorong peningkatan inklusi syariah yang bisa dijangkau seluruh segmen, salah satunya UMKM. Hal ini terbukti efektif karena sepanjang 2025 pertumbuhan pembiayaan UMKM BSI mencapai Rp52,30 triliun,” ujarnya.

Baca Juga:  Jalin Kerjasama, BKPRMI Aceh Kunjungi Rektor UIN Ar Raniry

Anton menambahkan, BSI juga terus memperkuat peran UMKM melalui pendampingan dan pelatihan di BSI UMKM Centre yang telah menghasilkan lebih dari 4.900 UMKM binaan. Program ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru di wilayah masing-masing.

“Tabungan ini menjadi entry gate agar pengelolaan transaksi keuangan UMKM lebih transparan dan tercatat sehingga bankable,” tambahnya.

Hingga Desember 2025, total Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI mencapai Rp380 triliun, tumbuh 16,20% secara tahunan (YoY), dengan komposisi CASA atau dana murah sebesar 61,62% atau mencapai Rp234 triliun.

Melalui kerja sama ini, kedua pihak menargetkan integrasi layanan perbankan yang komprehensif antara sistem PNM dan BSI, termasuk kemudahan pembukaan rekening, transaksi keuangan, serta dukungan fasilitas perbankan syariah yang sesuai kebutuhan nasabah ultra mikro.

Baca Juga:  Pastikan Ketersediaan Lahan dan Kepastian Hukum Kawasan Swasembada Pangan di Papua Selatan, Menteri Nusron Ungkap Telah Terbitkan Hak Seluas 328 Ribu Hektare

Dengan demikian, penetrasi layanan finansial yang aman, efisien, dan berkelanjutan di lingkungan komunitas ultra mikro dapat semakin luas.

Lebih lanjut, kolaborasi ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pengusaha ultra mikro, melalui peningkatan akses terhadap layanan keuangan formal, perluasan kesempatan pembiayaan usaha, serta peningkatan kapasitas pengelolaan usaha secara berkelanjutan.

Hal ini sejalan dengan komitmen PNM dalam memberdayakan ekonomi rakyat dan memperluas akses permodalan, pendampingan, serta program peningkatan kapasitas bagi pelaku usaha kecil di Indonesia.


 

Bagikan:

Tinggalkan Komentar