Award Winners

MAA Jakarta Minta Publik Sikapi Bijak PoD I Blok South Andaman, Dorong Dialog dan Optimalisasi Manfaat untuk Aceh

Harian Reportase - Rabu, 24 Juni 2026
MAA Jakarta Minta Publik Sikapi Bijak PoD I Blok South Andaman, Dorong Dialog dan Optimalisasi Manfaat untuk Aceh
  
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Jakarta, Harian Repotase – Majelis Adat Aceh (MAA) Perwakilan Jakarta menyampaikan pandangan terkait perkembangan polemik persetujuan Plan of Development (PoD) I Lapangan Tangkulo, Blok South Andaman, yang belakangan menjadi sorotan publik, termasuk adanya penolakan dari sejumlah organisasi masyarakat Aceh di perantauan.
Ketua MAA Perwakilan Jakarta, Dr. Ir. Surya

Darma, MBA., Dipl. Geotherm. Tech., menegaskan bahwa masyarakat perlu menyikapi isu tersebut secara bijak, proporsional, dan tidak tergesa-gesa dalam menarik kesimpulan.

Menurutnya, pengelolaan Blok South Andaman merupakan proyek strategis nasional yang memerlukan kajian komprehensif dari aspek teknis, ekonomi, lingkungan, hingga kepentingan energi nasional secara menyeluruh.

Baca Juga:  Eks Anggota Kelompok JAD Abu Hamzah : Radikalisme dan Terorisme dapat Memecah Belah Umat

“Penolakan atau penerimaan secara mutlak tanpa ruang dialog yang matang berpotensi menutup komunikasi konstruktif antara masyarakat dan pemerintah,” ujar Surya Darma, Jumat (23/6/2026).

MAA Jakarta menegaskan bahwa secara regulasi, kewenangan pengesahan PoD berada pada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Namun demikian, setiap kebijakan pemerintah pusat diharapkan tetap mempertimbangkan kepentingan daerah, termasuk aspek keadilan ekonomi bagi masyarakat Aceh.

Dalam sistem demokrasi, lanjutnya, masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan pandangan dan aspirasi, baik melalui organisasi kemasyarakatan maupun diaspora Aceh. Namun, aspirasi tersebut harus ditempatkan sebagai masukan konstruktif, bukan sebagai keputusan hukum yang bersifat mengikat.

Baca Juga:  Pangdam IM Jelaskan Status Lapangan Blang Padang

“Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar, tetapi harus disalurkan melalui mekanisme dialog yang sehat dan terstruktur,” tambahnya.
MAA Jakarta juga mendorong adanya forum dialog terbuka antara pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, SKK Migas, akademisi, serta perwakilan masyarakat Aceh untuk memastikan transparansi dan menghindari kesalahpahaman dalam pengelolaan proyek migas tersebut.

Selain itu, MAA menekankan pentingnya optimalisasi dampak ekonomi bagi Aceh. Salah satu fokus utama adalah bagaimana proyek Blok South Andaman dapat memberikan multiplier effect bagi daerah, seperti penyerapan tenaga kerja lokal, penguatan kawasan industri Arun, pengembangan KEK Lhokseumawe, serta hilirisasi industri petrokimia dan energi.

Baca Juga:  Tha'at Kepada Pemimpin

“Gas dari Andaman harus mampu menghidupkan kembali industri strategis di Aceh, termasuk pupuk, petrokimia, dan energi berbasis lokal yang berkelanjutan,” jelas Surya Darma.

MAA Jakarta berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan mengarahkan perhatian pada pengawalan implementasi proyek agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh dan nasional.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar