Award Winners

Pemimpin HAMAS Yahya Sinwar Syahid Dalam Pertempuran di Gaza Selatan

Harian Reportase - Jumat, 18 Oktober 2024
Pemimpin HAMAS Yahya Sinwar Syahid Dalam Pertempuran di Gaza Selatan
Yahya Sinwar  
Bagikan:

HARIANREPORTASE.com — Pemimpin Hamas Yahya Sinwar dinyatakan syahid dalam sebuah pertempuran dengan Militer Zionis Israel di Rafah, Gaza Selatan, Kamis (17/10/2024).

Hal itu diketahui dalam sebuah video yang dirilis oleh Pasukan teroris zionis Israel (IDF) yang diklaim sebagai pemimpin Hamas, Yahya Sinwar, di saat-saat terakhirnya sebelum terbunuh.

Dalam rekaman drone tersebut, Yahya Sinwar terlihat duduk di sofa, dalam kondisi terluka parah di lengan kanannya.

Dia mengikat tangan kanannya dan menunjukkan perlawanannya dengan melempar kayu pada drone Zionis.

Dilansir dari sumeks, Abuy Zyad, alumni Unila Lampung yang saat ini di Gaza mengatakan Yahya Sinwar telah syahid, Hamas sudah membenarkan, Yahya meninggal saat angkat senjata.

Baca Juga:  Duka Palestina dan Kepedulian Kita

“Sekarang secara resmi Yahya Sinwar telah syahid, tapi dia syahid bukan di dalam persembunyian, dia meninggal di depan kendaraan perang Israel,” jelasnya.

Yahya Sinwar meninggal saat sedang berperang, dengan pakaian lengkapnya.

Profil Yahya Sinwar

Yahya Sinwar, lahir pada 19 Oktober 1962, di kamp pengungsi Khan Yunis di Gaza, menjadi pemimpin Hamas yang terkemuka.

Keluarganya mengungsi selama Nakba 1948. Ia belajar di Universitas Islam Gaza, di mana ia menjadi aktifis mahasiswa, yang membuka jalan bagi perannya dalam mendirikan aparat keamanan internal Hamas, Majd, pada tahun 1986.

Baca Juga:  Meraih Kemulian dengan Infakkan Harta

Sinwar ditangkap beberapa kali oleh Israel, dan dijatuhi hukuman seumur hidup empat kali pada tahun 1988. Selama 23 tahun di penjara, ia memimpin tahanan Palestina, menjalani kurungan isolasi, dan menulis beberapa buku. Ia dibebaskan dalam kesepakatan pertukaran tahanan pada tahun 2011.

Setelah dibebaskan, Sinwar naik pangkat di Hamas. Dia memimpin sayap militer dan biro politiknya di Gaza.

Ia berperan penting dalam mengoordinasikan kegiatan militer dan politik Hamas. Pada tahun 2024, setelah pembunuhan Ismail Haniyeh, Sinwar menjadi kepala biro politik Hamas. Israel menganggapnya sebagai arsitek operasi Badai Al-Aqsa 2023.

Baca Juga:  Momen Haru di Nagan Raya: Anak SD Panjat Tiang Demi Kibarkan Merah Putih

Meskipun sang pemimpin telah tiada, Perlawan pejuang Hamas akan terus berlanjut.

Sejarah membuktikan, HAMAS tak kesulitan mencari sosok pengganti pemimpinnya yang syahid dan mereka meyakini, perjuangan pembebasan Palestina akan berhasil dan penjajah akan terusir dengan sendirinya.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar