Award Winners

Refleksi HSN ke-10: Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia

Harian Reportase - Selasa, 21 Oktober 2025
Refleksi HSN ke-10: Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia
Muhammad Syarif, S.H.I., M.H.  
Penulis
|
Bagikan:

Oleh: Bung Syarif


HARIANREPORTASE.com — Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) merupakan bentuk pengakuan negara atas eksistensi dan kontribusi kaum kiai (tokoh agama) dalam memperjuangkan dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sejarah mencatat bahwa para santri telah mewakafkan hidup mereka demi kemerdekaan bangsa dari belenggu kolonialisme.

Salah satu momen bersejarah adalah ketika KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), menggagas Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945. Gerakan ini membakar semangat jihad santri nusantara, terutama arek-arek Surabaya, dalam pertempuran heroik melawan tentara kolonial Belanda NICA yang dipimpin AWS Mallaby.

Pertempuran yang berlangsung selama tiga hari (27–29 Oktober 1945) tersebut akhirnya menewaskan Mallaby dan menjadi salah satu pemicu utama perlawanan rakyat secara masif.

Gerakan Resolusi Jihad tidak hanya menjadi tonggak perjuangan fisik, tapi juga mengilhami persatuan antara TNI, POLRI, dan kalangan santri dalam membela tanah air.

Oleh karena itu, Hari Santri bukan sekadar nostalgia, namun momentum untuk membangun narasi masa depan—menuju Indonesia yang berdaulat dan berperadaban dunia.

Peringatan Hari Santri pertama kali digelar pada 22 Oktober 2015 dan kini menjadi agenda tahunan nasional hingga tingkat kabupaten/kota. Tahun 2025 ini, HSN mengusung tema: “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia.”

Baca Juga:  Geram Gelar Aksi Demo PT Medco, Kabag Ops Polres Aceh Timur Mediasi dengan Perusahaan

Makna Logo Hari Santri 2025

Logo HSN 2025 mengambil bentuk Pita Cakrawala—sebuah simbol ikatan kuat antarbangsa, perjalanan panjang menuju masa depan, dan pandangan luas yang menuntun arah bangsa.

Terdapat enam pita warna-warni yang masing-masing mewakili kekuatan utama santri:

  • Hijau: Iman, spiritualitas, dan nilai-nilai Islam
  • Oranye: Kreativitas, optimisme, dan daya juang
  • Biru: Ilmu, wawasan, dan keterbukaan
  • Magenta: Energi perjuangan, keberanian, dan cinta tanah air
  • Kuning: Akhlak mulia, kebijaksanaan, dan kejayaan
  • Ungu: Kesatuan, keimanan, dan daya imajinasi

Di tengah-tengah logo terdapat titik temu yang menggambarkan ruang pertemuan global, dialog antarbangsa dan antarbudaya, serta harmoni peradaban. Sementara tipografi “Hari Santri 2025” di bagian kanan bawah logo menjadi simbol keteguhan dan komitmen santri dalam menjaga kemerdekaan Indonesia.

Santri Dayah Aceh: Hebat dan Unggul

Dalam konteks Aceh, santri dayah perlu saling bersinergi, saling menghargai perbedaan, dan menjauhi sikap saling mengklaim kebenaran. Persaudaraan, keilmuan, dan wawasan global berkarakter ke-Acehan harus terus diperkuat. Saat ini, santri dayah telah menorehkan berbagai prestasi luar biasa, seperti merakit pesawat mini, robot, mobil listrik panel surya, serta tampil dalam ajang seni dan lomba keilmuan.

Pada Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) Nasional dan Internasional 2025, santri dayah Aceh tampil gemilang dan berhasil menjadi juara dalam bidang kajian Kitab Turats (kitab gundul). Seperti yang disampaikan oleh Carlie Papa Romeo (CPR), mereka adalah Santri Dayah Pinter dan Terpandang (Sapodang).

Baca Juga:  Menyadari Hakikat Ibadah Zakat

Strategi Mewujudkan Santri Dayah Pinter dan Terpandang

Untuk menghadirkan santri yang unggul dan mampu bersaing secara global, perlu diterapkan strategi yang terarah dan sistematis. Berikut beberapa strategi yang ditawarkan oleh CPR:

  1. Santri sebagai Pelopor Kebaikan (Saafiqul Khair)
    Santri harus menjadi pemantik kebaikan di tengah masyarakat, menebar nilai-nilai positif dalam tutur kata, tindakan, dan dakwah.
  2. Santri sebagai Penerus Ulama (Naaṣibul ʿUlamā’)
    Santri adalah kader ulama masa depan. Karena itu, diperlukan standarisasi dan pengakuan terhadap ijazah dayah. Implementasi Pergub Aceh Nomor 15 Tahun 2025 tentang kurikulum dayah harus menjadi rujukan seluruh dayah agar lulusan diakui secara nasional.
  3. Menjauhi Kemaksiatan
    Santri harus menjadi sosok yang tawaduk, santun, dan menjadi teladan di tengah masyarakat, mencerminkan kepribadian pendakwah sejati.
  4. Mengharap Ridha Ilahi
    Segala tindakan dan pengabdian harus dilandasi dengan niat tulus karena Allah. Keberkahan akan lahir dari keridhaan-Nya.
  5. Dibekali Life Skill dan Kewirausahaan
    Agar santri mandiri dan adaptif, mereka perlu dibekali keterampilan praktis dan jiwa wirausaha yang tinggi.
  6. Menguasai Digitalisasi dan Bahasa Asing
    Santri harus mampu beradaptasi di era global. Menguasai teknologi dan bahasa asing adalah kunci sukses dalam kancah internasional. Sudah saatnya lembaga dayah membuka diri dan merombak kurikulum tanpa stigma bahwa belajar bahasa asing adalah belajar “bahasa kafir.”
  7. Mahir Menulis
    Menulis adalah media untuk menyampaikan gagasan dan membesarkan lembaga. Santri yang mampu menulis akan lebih mudah dikenal dan berpengaruh.
  8. Menjaga Ciri Khas dan Akhlak Mulia
    Entah bersarung atau tidak, santri harus tetap menunjukkan adab dan karakter unggul yang membedakan dari pelajar umum. Penguasaan ilmu agama dan ilmu dunia akan menjadi modal kemuliaan di masa depan.
Baca Juga:  TPQ Plus Baiturrahman Banda Aceh Gelar Tasyakur, Wisuda dan Munaqasyah

Penutup

Hari Santri adalah momentum untuk merefleksikan peran besar santri dalam sejarah bangsa sekaligus meneguhkan peran mereka dalam membangun peradaban dunia. Mari kita jadikan santri sebagai agen perubahan, kader ulama, intelektual, dan pemimpin masa depan.

Krue Semangat!
Selamat memperingati Hari Santri Nasional 22 Oktober 2025.
Santri Dayah: Pinter dan Terpandang. Takbir!


Penulis:
Bung Syarif, Magister Hukum Tata Negara USK. Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Pengurus ICMI Kota Banda Aceh (2024–2029), Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Wali Santri Dayah RIAB, Sekretaris PC HIPSI Kota Banda Aceh.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar