Award Winners

Fenomena Lonely Deaths, Lebih 21 Ribu Warga Jepang Meninggal

Harian Reportase - Selasa, 18 Juni 2024
Fenomena Lonely Deaths, Lebih 21 Ribu Warga Jepang Meninggal
Bunga higanbana disebut bunga kematian di Jepang. (Foto Istimewa)  
Bagikan:

HARIANREPORTASE.com — Fenomena lonely deaths yang melanda jepang semakin mengkhawatirkan, lebih dari 21 ribu warga jepang meninggal sendirian.

Dikutip dari ASAHI, Selasa (18/6/2024), National Police Agency Jepang mengungkapkan, sebanyak 21.716 warga jepang meninggal sendirian dirumah pada periode Januari – Maret 2024.

Sekitar 80 persen atau 17 ribu kematian diantaranya merupakan lansia yang berusia diatas 65 tahun.

Para pejabat mendifinisikan “lonely death” sebagai kematian seseorang yang tidak dirawat oleh siapapun, dan jenazahnya ditemukan setelah jangka waktu tertentu berlalu.

Baca Juga:  Pemberdayaan Remaja Produktif Melalui Pelatihan Kreasi Ranup Peuneuwo

Biasanya jenazah kematian ini ditemukan setelah mayatnya membusuk.

Peneliti senior di Institut Nasional Penelitian Kependudukan dan Jaminan Sosial yang dikelola pemerintah, Masataka Nakagawa mengatakan, ada tiga alasan utama tingginya jumlah kematian karena kesepian di Jepang.

Yang pertama perubahan besar dalam tatanan kehidupan keluarga.

“Dulu kami memiliki beberapa generasi keluarga yang tinggal bersama, namun hal ini tidak lagi terjadi karena anak-anak cenderung menjauh dari orangtuanya karena alasan pekerjaan,” katanya

Baca Juga:  Hari Ini, MK Akan Bacakan Putusan Dismissal Sengketa Pileg

Yang kedua penurunan angka kelahiran disana.

“Selain itu, angka pernikahan telah menurun selama beberapa tahun dan itu berarti saat ini terdapat banyak orang lajang, bahkan di kalangan lansia,” jelasnya.

Faktor penyebab yang terakhir, yakni rata-rata harapan hidup yang jauh lebih panjang.

Ini menyebabkan setengah dari pasangan lanjut usia, kebanyakan perempuan, hidup sendirian.

“Dan yang terakhir rata rata harapan hidup yang lebih panjang, yang menyebabkan setengah dari pasangan lanjut usia, biasanya perempuan, hidup sendirian.” kata Nakagawa

Baca Juga:  Baitul Mal Aceh Salurkan Bantuan Rp.7.92 Miliar Modal Usaha untuk 1.584 Penerima

Apa Itu Lonely Death?

Melansir health.grid, Lonely death atau kematian yang kesepian, sebuah istilah untuk kondisi di mana seseorang meninggal sendirian.

Artinya, orang tersebut meninggal ketika tidak lagi memiliki hubungan dengan orang terdekat dan rata-rata jenazahnya ditemukan tiga hari setelahnya.

Fenomena ini juga disebut sebagai “kematian sendirian” atau “kematian tanpa pengawasan”.

Selain di Jepang, fenomena lonely death juga banyak dilaporkan terjadi di Korea Selatan.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar