Award Winners

Data di Pusat Data Nasional yang Diserang Ransomware Tidak Bisa Dipulihkan

Harian Reportase - Kamis, 27 Juni 2024
Data di Pusat Data Nasional yang Diserang Ransomware Tidak Bisa Dipulihkan
Iluatrasi. Foto Istimewa  
Penulis
|
Bagikan:

HARIANREPORTASE.com — Sejak mendapat serangan ransomware pada Kamis (20/6/2024) pekan lalu, Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 di Surabaya tidak bisa dipulihkan.

Akibat serangan ini, sejumlah layanan publik seperti layanan imigrasi terdampak.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Network & IT Solution PT Telkom, Herlan Wijanarko, dalam jumpa pers yang digelar di gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), sebagaimana dikutip dari YouTube resmi Kementerian Kominfo, Kamis (27/6/2024).

Baca Juga:  Wahai Rakyat Aceh, Bertaubatlah!

“Sejak kejadian sampai dengan hari ini, kami diasistensi oleh BSSN dan kerja sama dengan semua yang terkait, Kominfo, para tenant, Bareskrim. Kami berupaya keras melakukan pemulihan (recovery) dengan sumber daya (resource) yang kami miliki,” kata Herlan.

“Yang jelas, data yang sudah kena ransomware ini sudah tidak bisa kami pulihkan,” lanjut Herlan

Menurut Herlan, hasil audit sementara yang dilakukan tim Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menunjukkan bahwa kondisi data tersebut dienkripsi, tetapi di tempat, yakni di Surabaya. Akses PDN tersebut sudah diputus agar ransomware tidak menular.

Baca Juga:  Penerimaan Mahasiswa Baru di 58 PTKIN Dibuka Serentak, Ini Jadwalnya 

“Sekarang sistem PDNS itu sudah kami isolasi, tidak ada yang bisa mengakses. Kita putus akses dari luar. Insya Allah (data yang dienkripsi) tidak bisa disalahgunakan,” kata Herlan.

Sebagai informasi, PDN yang dibahas Herlan mencakup PDNS 1 di Serpong, PDNS 2 di Surabaya, dan cold storage di Batam.

PDN yang terkena serangan ransomware adalah PDNS 2.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar