Award Winners

SAPA Minta Lembaga Wali Nanggroe Dibekukan Sementara

Harian Reportase - Sabtu, 13 Juli 2024
SAPA Minta Lembaga Wali Nanggroe Dibekukan Sementara
Wali Nanggroe di Mata Ureung AcehA-A+ Gedung Wali Nanggroe di Jalan Soekarno Hatta, Lampeuneureuet, Aceh Besar. (Dokumen Istimewa)  
Bagikan:

Banda Aceh, HARIANREPORTASE.com – Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA) mendesak pemerintah untuk membekukan sementara Lembaga Wali Nanggroe (LWN).

Menurut SAPA, lembaga tersebut tidak hanya menghabiskan uang rakyat yang besar tetapi juga tidak memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat Aceh.

Ketua SAPA, Fauzan Adami, melalui keterangan tertulis kepada Harianreportase.com, Sabtu (13/7/2024) mengungkapkan bahwa Lembaga Wali Nanggroe telah gagal menjalankan tugas dan fungsinya.

“Lembaga ini seharusnya berperan dalam menjaga dan memajukan budaya serta kesejahteraan masyarakat Aceh. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Anggaran yang besar hanya dihabiskan tanpa ada hasil yang jelas dan dirasakan oleh masyarakat,” tegas Fauzan.

Baca Juga:  Reforma Agraria Buka Akses Warga Desa Nunuk Baru untuk Jalankan Usaha Ternak Domba

SAPA juga menyoroti bahwa anggaran yang seharusnya dapat digunakan untuk program-program pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat malah terbuang percuma. Dana yang sudah dialokasikan untuk Lembaga Wali Nanggroe sangat besar, tetapi tidak ada kontribusi apapun terhadap rakyat Aceh.

“Hal ini sangat merugikan masyarakat Aceh, anggaran tersebut seharusnya bisa dialihkan untuk program-program yang lebih bermanfaat langsung bagi masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi,” kata Fauzan.

Baca Juga:  Pilkada Jakarta, PKS Ajukan Sohibul Iman

SAPA mendukung kekhususan Aceh, LWN tidak dihapuskan tetapi harus dibekukan sementara karena kondisi Aceh saat ini sangat memprihatinkan, seperti kemiskinan, pengangguran, kriminalitas, perceraian tinggi dan ribuan anak kekurangan gizi atau stunting ini semua disebabkan persoalan ekonomi.

“Masyarakat Aceh sudah cukup menderita saat konflik, efek damai banyak kombatan yang sudah menjadi pejabat dan kaya raya, jangan gunakan UUPA untuk merampok hak rakyat miskin, Lembaga Wali Nanggroe hanya menguntungkan segelintir orang,” pintanya.

Baca Juga:  SMP IT Al Farabi Bilingual School dan Gramedia Bahas Kerjasama

“Kita berharap Pemerintah dan DPR membubarkan atau membekukan sementara badan atau lembaga hasil UUPA dan memastikan anggaran digunakan secara efektif dan efisien demi kepentingan rakyat, agar Aceh semakin lebih baik kedepan,” demikian ketua SAPA Fauzan Adami.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar